Gianni Infantino Kena Pukulan Telak, Prancis Cabut Dukungan Jelang Pemilihan Presiden FIFA

Prancis cabut dukungan untuk Gianni Infantino jelang pemilihan presiden FIFA.

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menarik dukungannya terhadap Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.

Keputusan tersebut membuat Prancis bergabung dengan sejumlah asosiasi sepak bola Eropa yang sebelumnya telah berhenti mendukung Infantino.

FFF sebelumnya mendukung Infantino saat pria berusia 56 tahun itu menjadi satu-satunya kandidat yang menyatakan diri untuk kembali memimpin FIFA.

Namun, perkembangan setelah dukungan tersebut diberikan membuat federasi Prancis mengubah sikapnya.

"Meski dukungan awalnya telah diberikan kepada Presiden FIFA yang saat itu merupakan satu-satunya kandidat untuk melanjutkan masa jabatannya, kondisi untuk memberikan dukungan tersebut kini tidak lagi terpenuhi," demikian pernyataan FFF, Kamis hari ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Alasan Penarikan Dukungan

Keputusan FFF datang setelah sejumlah peristiwa yang melibatkan tata kelola FIFA dan Infantino secara langsung.

Menurut FFF, perkembangan itu bertentangan dengan prinsip dasar tata kelola yang baik serta nilai-nilai sepak bola.

FFF menyatakan kondisi tersebut terjadi setelah mereka memberikan dukungan kepada Infantino pada 29 Juni.

Satu di antara persoalan yang menjadi sorotan adalah rencana Infantino mencari investor swasta untuk sebuah perusahaan yang nantinya mengelola turnamen FIFA.

Rencana tersebut mendapat penolakan dari tiga konfederasi sepak bola kontinental dan akhirnya dibatalkan.

Bukan yang Pertama

FFF menilai pembatalan rencana tersebut memang terjadi berkat respons bersama di lingkungan UEFA yang kemudian mendapat dukungan dari sejumlah konfederasi lainnya.

Namun, menurut mereka, persoalan mengenai tata kelola FIFA belum dapat dianggap selesai.

"Dalam situasi tersebut, ketika berbagai inisiatif terbaru Presiden FIFA telah secara serius merusak citra dan persatuan sepak bola, FFF memutuskan menarik dukungannya kepada Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027," lanjut pernyataan tersebut.

Prancis bukan negara Eropa pertama yang mengambil sikap tersebut.

Asosiasi sepak bola sejumlah negara, termasuk Federasi Sepak Bola Irlandia (FAI) dan Federasi Sepak Bola Inggris, sebelumnya juga telah menarik dukungan terhadap Infantino.

Timnas Prancis merupakan finalis Piala Dunia 2018 dan 2022.

Masih Kandidat Tunggal

Infantino sejauh ini masih menjadi satu-satunya kandidat yang secara resmi menyatakan diri untuk mengikuti pemilihan Presiden FIFA.

Seorang juru bicara FIFA pada Minggu lalu juga memastikan tidak ada perubahan terkait keinginan Infantino untuk kembali mencalonkan diri, meski tekanan dan kritik terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

UEFA kini berencana menghadirkan kandidat alternatif yang dinilai kredibel untuk dipertimbangkan oleh asosiasi-asosiasi yang memiliki hak suara. Batas akhir pengajuan kandidat ditetapkan pada 18 November 2026.

FFF juga menyerukan penyusunan rencana reformasi besar terhadap tata kelola sepak bola dunia.

FFF akan menggelar serangkaian konsultasi dengan sejumlah tokoh Prancis dan internasional untuk membahas langkah terbaik yang dapat ditempuh ke depan.

 

Sumber: RTE

Video Populer

Foto Populer