Bayern Munchen Ungkap Alasan Kegagalan Mendapatkan Bradley Barcola

Barcola yang saat itu memperkuat Paris Saint-Germain (PSG) menjadi salah satu pemain yang masuk radar Bayern Munchen pada bursa transfer.

Bola.com, Jakarta - Bayern Munchen ternyata sudah lama mengincar Bradley Barcola. Direktur olahraga Bayern, Max Eberl, mengungkapkan dirinya pernah berusaha mendatangkan winger asal Prancis itu saat masih bekerja di RB Leipzig.

Barcola yang saat itu memperkuat Paris Saint-Germain (PSG) menjadi salah satu pemain yang masuk radar Bayern Munchen pada bursa transfer.

Namun, Bayern Munchen akhirnya tidak melanjutkan pengejaran karena tuntutan harga yang dinilai terlalu tinggi.

Dalam perkembangan transfernya, Barcola kemudian jadi bagian proyek Liverpool. Sementara itu, Bayern Munchen memilih mendatangkan Luis Diaz dengan biaya yang menurut Eberl berada dalam skala berbeda.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Eberl Sudah Kenal Barcola Sejak di Leipzig

Eberl mengungkapkan ketertarikannya terhadap Barcola bukan baru muncul ketika dirinya bekerja untuk Bayern Munchen.

Ia sudah mengenal sang pemain sejak masih menjabat di RB Leipzig. Bahkan, Eberl pernah melakukan pembicaraan langsung dengan Barcola untuk mencoba membawanya ke Leipzig.

"Sejujurnya, saya sudah mengenal Bradley sejak masa saya di Leipzig," ujar Eberl dalam wawancara dengan Sport Bild, seperti dikutip akun X @iMiaSanMia.

"Saya ingin membawanya ke RBL. Kami duduk bersama saat itu dan membicarakannya. Hal itu membuat saya memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Bradley. Jadi, memang selalu ada ketertarikan."

Hubungan itu membuat Barcola kembali masuk pertimbangan Eberl ketika dirinya bergabung dengan Bayern Munchen.

Bayern Mundur karena Harga Barcola Terlalu Tinggi

Bayern kemudian mempertimbangkan Barcola sebagai salah satu opsi untuk memperkuat lini sayap.

Namun, faktor finansial membuat klub asal Bavaria itu memilih tidak melanjutkan pengejaran.

"Tentu saja, kami juga mempertimbangkan Bradley di Bayern. Tetapi ketika Anda mendengar angka seperti itu, jumlahnya memang terlalu tinggi bagi kami," kata Eberl.

Bayern kemudian mengalihkan perhatian kepada Luis Diaz. Transfer pemain asal Kolombia itu juga membutuhkan biaya besar, tetapi Eberl menyebut nilainya berada pada skala yang berbeda dibandingkan Barcola.

"Dengan Luis Diaz, kami mengambil keputusan yang juga mahal, tetapi skalanya benar-benar berbeda dibandingkan Bradley," ujarnya.

Keputusan tersebut akhirnya membuat Diaz menjadi bagian dari skuad Bayern.

Luis Diaz Jadi Pilihan Bayern

Eberl mengakui Bayern sangat puas dengan keputusan mendatangkan Diaz.

Selain kontribusinya di atas lapangan, pemain Kolombia tersebut juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi para suporter.

"Selain itu, Diaz adalah pemain yang membuat orang datang ke stadion untuk menyaksikannya. Kami sangat senang dengannya," tutur Eberl.

Kedatangan Diaz memberikan Bayern tambahan kualitas di sektor sayap. Pemain tersebut juga memiliki pengalaman panjang di level tertinggi setelah sebelumnya membela Liverpool.

Namun, Bayern sebenarnya masih berusaha mendatangkan pemain sayap kiri lain pada musim panas untuk memberikan dukungan sekaligus menambah kedalaman skuad.

Bayern Gagal Tambah Winger pada Musim Panas

Meskipun sudah memiliki Diaz, Bayern tetap mencoba memperkuat sektor sayap pada bursa transfer musim panas.

Barcola menjadi salah satu nama yang sebelumnya masuk dalam radar klub. Namun, selain persoalan harga, Bayern akhirnya tidak berhasil mendapatkan tambahan pemain untuk posisi tersebut.

Situasi ini membuat Eberl harus mengandalkan pemain yang sudah tersedia dalam skuad. Sementara itu, Barcola terus berkembang sebagai salah satu pemain penting di level Eropa.

Ketertarikan Bayern terhadapnya menunjukkan bahwa sang winger sebenarnya sudah lama masuk dalam radar Eberl, bahkan sebelum dirinya menjadi bagian dari proyek Bayern Munchen.

Kini, jalur karier Barcola dan Bayern berjalan berbeda. Bayern memilih Diaz, sedangkan Barcola melanjutkan perjalanannya di klub lain setelah transfer yang sebelumnya dinilai terlalu mahal oleh raksasa Bundesliga itu.

Sumber: Bavarian Football Works

Video Populer

Foto Populer