Claudio Ranieri Soroti Pembinaan Pemain Muda Italia: Pelatih Akademi Harus Digaji Lebih Tinggi

Mantan pelatih AS Roma itu menilai pembinaan usia dini harus mendapatkan perhatian lebih serius, termasuk dengan meningkatkan kesejahteraan para pelatih akademi.

Bola.com, Jakarta - Direktur teknik Timnas Italia, Claudio Ranieri, menaruh perhatian besar terhadap perkembangan pemain muda di negaranya.

Mantan pelatih AS Roma itu menilai pembinaan usia dini harus mendapatkan perhatian lebih serius, termasuk dengan meningkatkan kesejahteraan para pelatih akademi.

Ranieri juga melihat adanya sisi positif dari semakin banyak pemain muda Italia yang berkarier di luar negeri.

Menurutnya, kesempatan bermain bersama klub asing dapat membantu pemain mendapatkan menit bermain yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensinya.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ranieri Ingin Pelatih Akademi Mendapat Bayaran Layak

Ranieri menilai salah satu persoalan dalam pembinaan sepak bola Italia adalah kualitas sekaligus kesejahteraan tenaga pelatih di level usia muda.

Ia menyoroti anak-anak berusia sekitar 5 hingga 13 tahun sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Menurutnya, para pelatih yang bekerja pada periode itu memiliki peran sangat penting dalam membentuk fondasi seorang pesepak bola.

"Kita harus meningkatkan kualitas guru dan pelatih di sektor usia muda serta membayar mereka lebih tinggi, karena beberapa pelatih mendapatkan upah yang sangat kecil pada rentang usia yang begitu penting," ujar Ranieri.

Ia kemudian mengingat kembali pandangan pelatih legendaris Vujadin Boskov mengenai pembinaan pemain muda.

"Boskov pernah mengatakan bertahun-tahun lalu, di Yugoslavia pelatih yang bekerja dengan pemain muda mendapatkan bayaran paling tinggi," kata Ranieri.

"Kita harus berusaha mencari uang untuk para maestro ini, yang harus mengembangkan anak-anak berusia lima hingga 13 tahun," lanjutnya.

Anak-anak Kini Tak Lagi Banyak Bermain di Jalanan

Claudio Ranieri juga menyoroti perubahan kebiasaan anak-anak di era modern. Menurutnya, anak-anak sekarang tidak lagi banyak menghabiskan waktu bermain sepak bola di jalanan seperti generasi sebelumnya.

Kehadiran berbagai hiburan digital menjadi salah satu faktor yang mengubah kebiasaan tersebut.

"Saat ini, anak-anak tidak lagi bermain di jalanan. Mereka sibuk dengan banyak hal lainnya, seperti PlayStation," ujar Ranieri.

Ia berharap kesempatan bagi anak-anak untuk bermain sepak bola secara bebas bisa kembali diperbanyak.

"Saya ingin melihat mereka bermain di jalanan. Kita harus membicarakan hal ini," katanya.

Ranieri bahkan telah diundang ke Senat Italia untuk membahas persoalan itu dan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk membantu anak-anak mengembangkan minat terhadap sepak bola.

Ranieri Sebut Pemain Muda Italia Beruntung Bisa Bermain di Luar Negeri

Persoalan lain muncul ketika pemain muda Italia memasuki usia 18 atau 19 tahun. Ranieri menilai periode itu sangat penting karena pemain mulai memiliki kesempatan untuk mewujudkan potensi mereka di level senior.

Menurutnya, salah satu perkembangan positif adalah semakin banyak pemain muda Italia yang direkrut klub-klub luar negeri.

"Kesulitan lainnya adalah ketika mereka berusia 18 atau 19 tahun dan memiliki kesempatan untuk memenuhi potensi mereka. Untungnya, banyak pemain muda direkrut klub asing sehingga mereka mendapatkan waktu bermain," ujar Ranieri.

Menurut Ranieri, menit bermain menjadi bagian penting dari proses perkembangan pemain. Kesempatan tampil secara reguler di luar Italia dapat menjadi pengalaman berharga bagi pemain muda yang sedang berusaha menembus level senior.

Ranieri Tetap Fokus Bersama Timnas Italia

Di tengah perubahan yang terjadi di tubuh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Ranieri memastikan dirinya tetap fokus menjalankan pekerjaannya bersama tim nasional.

Ada kekhawatiran mengenai posisi Giovanni Malago sebagai Presiden FIGC, dengan CONI dan pemerintah Italia disebut tengah mempertimbangkan penunjukan komisaris khusus untuk federasi.

Namun, situasi tersebut tidak mengubah fokus Ranieri dan pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini.

"Tidak. Kami terus berjalan," kata Ranieri.

"Saya adalah orang lapangan dan kami harus tampil baik di lapangan. Yang lain harus melakukan apa yang menurut mereka benar."

Ranieri sendiri ditunjuk sebagai direktur teknik Italia pada Juli, menggantikan Paolo Maldini.

Dalam peran barunya, ia bertugas membantu pengembangan sepak bola Italia sekaligus mendukung tim nasional dalam menemukan dan mengembangkan talenta-talenta baru.

Sumber: Football Italia

Video Populer

Foto Populer