Jurgen Klopp Siap Bawa Jerman Bangkit dengan Caranya Sendiri

Bagi Jurgen Klopp, pekerjaan ini bukan sekadar tantangan baru. Ia pernah menyebut menangani Jerman sebagai kehormatan tertinggi dalam karier kepelatihannya.

Bola.com, Jakarta - Jurgen Klopp kembali ke pinggir lapangan setelah lebih dari dua tahun meninggalkan dunia kepelatihan.

Debut sebagai pelatih Timnas Jerman berlangsung dramatis ketika Die Mannschaft bermain imbang 1-1 melawan Belanda di Amsterdam, Jumat (25/9/2026) dini hari WIB.

Jurgen Klopp memang gagal meraih kemenangan pada pertandingan pertamanya. Namun, laga itu memperlihatkan karakter yang ingin dibawanya ke Jerman: permainan penuh energi, organisasi yang jelas, serta hubungan dekat dengan para pemain.

Bagi Jurgen Klopp, pekerjaan ini bukan sekadar tantangan baru. Ia pernah menyebut menangani Jerman sebagai kehormatan tertinggi dalam karier kepelatihannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

858 Hari Setelah Tinggalkan Liverpool

Pertandingan melawan Belanda menjadi laga pertama Klopp sebagai pelatih setelah 858 hari sejak pertandingan terakhirnya bersama Liverpool.

Klopp meninggalkan Liverpool pada 2024 setelah sembilan tahun menangani klub itu. Setelah itu, ia bergabung dengan Red Bull untuk menangani kelompok klub sepak bola milik perusahaan itu.

Namun, kesempatan menangani Jerman akhirnya datang setelah Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) melakukan pergantian pelatih.

Klopp sebenarnya sudah pernah dihubungi DFB pada 2023 ketika Hansi Flick dipecat. Saat itu, Klopp masih ingin melanjutkan pekerjaannya di Liverpool. DFB kemudian menunjuk Julian Nagelsmann.

Situasi berubah setelah Jerman kembali mengalami periode sulit. Setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026, Nagelsmann mengundurkan diri pada 4 Juli. Dan 20 hari kemudian, Klopp resmi ditunjuk sebagai pelatih baru.

"Saya memberikan semua yang saya miliki," kata Klopp saat diperkenalkan sebagai pelatih Jerman.

Ia bahkan menyebut pekerjaan tersebut sebagai puncak karier kepelatihannya.

Klopp Langsung Bawa Orang-Orang Kepercayaannya

Sejak awal, Klopp menunjukkan bahwa ia ingin membangun tim nasional dengan caranya sendiri.

Ia membawa Marc Kosicke, penasihat jangka panjangnya, ke dalam struktur DFB sebagai konsultan untuk strategi, pengembangan, dan inovasi.

Klopp juga mengajak Peter Krawietz dan Pep Lijnders sebagai bagian dari stafnya, serta Sven Bender yang pernah bekerja dengannya di Borussia Dortmund.

Nuansa Dortmund pun cukup terasa dalam struktur baru Jerman. Wakil Presiden DFB Hans-Joachim Watzke menjadi salah satu figur penting dalam proses penunjukan Klopp.

Klopp juga ingin lebih dekat dengan aktivitas sepak bola di Jerman. Sebelum menentukan skuad, ia terlihat menghadiri sejumlah pertandingan Bundesliga dan Piala Super Jerman.

Ia menyaksikan pertandingan Dortmund kontra Bayern Munchen, kemenangan Bayern Munchen atas Stuttgart, serta beberapa laga Augsburg, Stuttgart, dan Eintracht Frankfurt.

Langkah itu menunjukkan keinginannya untuk menjadi sosok yang aktif memantau sepak bola domestik, bukan sekadar pelatih yang datang ketika jeda internasional.

4-3-3, Kimmich Jadi Gelandang dan Banyak Wajah Baru

Klopp menyusun daftar awal berisi 57 pemain sebelum akhirnya memperluas pilihannya menjadi 44 pemain untuk empat pertandingan dalam jeda internasional.

Sebanyak 16 pemain belum pernah memperkuat tim senior Jerman sebelumnya. Salah satu keputusan yang langsung menarik perhatian adalah posisi Joshua Kimmich.

Klopp memastikan kapten Jerman tersebut akan dimainkan sebagai gelandang, bukan bek kanan seperti yang beberapa kali dilakukan pada era sebelumnya.

"Pemain seperti dia harus memimpin jalan," ujar Klopp.

Klopp juga kembali mengandalkan formasi 4-3-3, sistem yang sudah menjadi bagian penting dari karier kepelatihannya. Ia juga menetapkan sejumlah aturan untuk para pemain.

Mereka harus datang tepat waktu ketika makan bersama, penggunaan ponsel dibatasi, potongan rambut harus dilakukan sebelum pemusatan latihan, dan kesempatan bertemu keluarga akan lebih terbatas selama turnamen besar.

Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya Klopp membangun kembali disiplin dan kebersamaan di dalam skuad Jerman.

Debut Kontra Belanda Penuh Drama

Klopp menjanjikan Jerman akan tampil sebagai versi terbaik mereka saat menghadapi Belanda. Namun, pertandingan di Amsterdam justru berlangsung penuh drama.

Jamal Musiala harus mundur sebelum pertandingan karena cedera. Kai Havertz kemudian juga meninggalkan lapangan lebih awal akibat masalah fisik.

Jerman mencetak gol pembuka melalui Felix Nmecha pada menit ke-32. Namun, gol itu memicu kontroversi karena Belanda meminta Jerman menghentikan permainan setelah Brian Brobbey mengalami cedera.

Joshua Kimmich tetap melanjutkan serangan. Umpannya kemudian membantu membangun serangan yang berujung pada gol Nmecha.

Belanda berusaha keras mencari gol penyeimbang pada babak kedua.

Setelah beberapa peluang gagal dikonversi, Cody Gakpo akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-91 melalui tendangan voli memanfaatkan umpan silang Ruben van Bommel.

Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Klopp kemudian menghampiri para pemainnya dan bersama-sama memberikan penghormatan kepada suporter Jerman yang hadir di Amsterdam.

Belum ada selebrasi khas Klopp berupa kepalan tangan dan sorakan keras. Namun, pertandingan pertamanya telah memberikan gambaran mengenai era baru yang ingin dibangunnya.

Setelah bertahun-tahun Jerman mengalami kesulitan di turnamen besar, Klopp kini memiliki tugas untuk membangun kembali tim tersebut—dengan filosofi, staf, aturan, dan gaya permainan yang ia percaya.

Sumber: ESPN

Video Populer

Foto Populer