UEFA Beri FIFA Deadline 2 November untuk Jawab 42 Pertanyaan Berbagai Kontroversi

UEFA beri FIFA deadline hingga 2 November 2026 untuk memberikan jawaban substantif atas 42 pertanyaan terkait berbagai kontroversi.

Bola.com, Jakarta - UEFA meminta FIFA memberikan jawaban tertulis atas 42 pertanyaan terkait sejumlah keputusan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Badan sepak bola Eropa itu menetapkan tenggat hingga 2 November untuk memperoleh penjelasan mengenai rencana penggalangan dana senilai 20 miliar dolar AS melalui pelepasan sebagian hak Piala Dunia, pembatalan kartu merah penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada turnamen 2026, serta pemberian FIFA Peace Prize kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Permintaan tersebut tertuang dalam surat bertanggal 19 Oktober yang dikirim Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis, kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom.

ESPN melaporkan telah melihat surat tersebut.

Di dalamnya, UEFA menyoroti kekhawatiran serius terkait proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) serta sejumlah persoalan lain menyangkut tata kelola dan proses pengambilan keputusan di tubuh FIFA.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ancaman Boikot

UEFA sebelumnya sempat mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA setelah Infantino secara sepihak mengupayakan penggalangan dana melalui proyek FFE.

Rencana tersebut melibatkan Thrive Capital, perusahaan investasi ekuitas swasta yang dipimpin Josh Kushner, adik Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump.

Ancaman boikot itu kemudian ditarik setelah UEFA menerima jaminan dari FIFA bahwa proyek FFE serupa tidak akan kembali dilakukan.

Meski begitu, UEFA masih menentang kepemimpinan Infantino dan langkahnya untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden FIFA pada Maret 2027.

Permintaan UEFA

Melalui surat terbarunya, UEFA meminta FIFA menjelaskan sejumlah hal mendasar.

Di antaranya, pihak yang memberikan hak eksklusif kepada Thrive Capital tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dewan FIFA, waktu pertama kali proyek FFE diusulkan, serta sosok yang mengajukannya.

UEFA juga mempertanyakan apa yang diminta Trump kepada Infantino dalam percakapan telepon yang berkaitan dengan permintaan pembatalan kartu merah Balogun.

Akan tetapi, surat tersebut tidak merinci isi permintaan yang disampaikan Trump kepada Infantino.

Theodoridis menilai penjelasan yang telah disampaikan FIFA sejauh ini belum menjawab berbagai persoalan yang diajukan anggota Dewan FIFA.

Sejumlah pertanyaan lainnya juga belum memperoleh jawaban, sementara dokumen dan informasi yang diminta belum diserahkan.

Tenggat Waktu

Dalam suratnya kepada Grafstrom, Theodoridis turut menyoroti pernyataan publik FIFA setelah pertemuan sebelumnya.

Menurut dia, penghentian proyek FFE, pengakuan atas kesalahan, serta pengumuman mengenai kemungkinan reformasi tata kelola belum menjelaskan bagaimana keputusan-keputusan tersebut diambil dan mengapa Dewan FIFA tidak dilibatkan pada tahap yang semestinya.

UEFA menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan mengirimkan daftar pertanyaan dan permintaan informasi secara tertulis kepada FIFA.

UEFA meminta FIFA memberikan jawaban substantif atas setiap pertanyaan, disertai seluruh dokumen pendukung, paling lambat Senin (2-11-2026).

Sementara itu, hingga kini belum ada penantang resmi yang dipastikan akan menghadapi Infantino dalam pemilihan presiden FIFA.

Batas akhir pengajuan nominasi ditetapkan pada 18 November, sedangkan pemilihan akan berlangsung dalam Kongres FIFA di Rabat, Maroko, 18 Maret 2027.

 

Sumber: ESPN

Video Populer

Foto Populer