Juventus Ditahan Rennes, Luciano Spalletti Bingung Gol Kemenangan Dianulir VAR

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengaku tidak memahami keputusan wasit yang menganulir gol Jhon Lucumi pada menit-menit akhir.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengaku tidak memahami keputusan wasit yang menganulir gol Jhon Lucumi pada menit-menit akhir saat timnya bermain 2-2 melawan Rennes dalam laga fase liga Liga Europa 2026/2027, Jumat (23/10/2026) dini hari WIB. 

Gol Lucumi pada menit ke-88 sebenarnya sempat membawa Juventus unggul. Namun, setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), wasit memutuskan menganulir gol tersebut karena sang pemain dinilai berada dalam posisi offside ketika Teun Koopmeiners meneruskan tendangan bebas dengan sundulan.

Spalletti mengaku terkejut sekaligus kecewa dengan keputusan tersebut. Ia menilai Lucumi tidak mengganggu pemain Rennes yang seharusnya masih memiliki kesempatan untuk menghalau bola.

"Saya tidak memahaminya dan akan mempelajarinya lebih lanjut. Ketika melihat tayangan ulang di ruang ganti, saya terkejut dan kecewa," ujar Spalletti, seperti dikutip dari Football Italia.

"Pemain Rennes sebenarnya bisa menghalau bola tersebut dan Lucumi tidak menghalanginya. Saya pikir sudah memahami aturan ini, tetapi setelah kejadian malam ini, saya justru memiliki banyak keraguan. Wasit memimpin pertandingan dengan sangat baik, tetapi sedikit kurang tepat dalam insiden ini," lanjutnya.

Hasil imbang tersebut membuat Juventus gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Meski demikian, Spalletti tetap mengapresiasi respons anak asuhnya setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Lazio pada akhir pekan lalu.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sorotan untuk Woltemade dan Kolo Muani

Selain menyoroti keputusan wasit, Spalletti juga memberikan evaluasi terhadap duet penyerang Nick Woltemade dan Randal Kolo Muani.

Pertandingan kontra Rennes menjadi kali pertama kedua pemain tersebut tampil sebagai starter secara bersamaan dalam laga kompetitif. Woltemade mampu memberikan kontribusi positif dengan membantu terciptanya gol pembuka Zeki Celik, sebelum mencetak gol penyeimbang melalui eksekusi penalti.

Sebaliknya, Kolo Muani kesulitan memberikan pengaruh signifikan sepanjang pertandingan. Penyerang tersebut akhirnya ditarik keluar sekitar 10 menit sebelum laga berakhir.

Spalletti mengakui keduanya telah menunjukkan performa yang cukup baik. Namun, ia menilai kualitas individu Woltemade dan Kolo Muani seharusnya bisa menghasilkan kontribusi yang lebih besar bagi Juventus.

"Hari ini mereka bermain dengan baik, tetapi saya merasa bisa mengharapkan lebih banyak dari keduanya. Kualitas yang mereka miliki lebih besar daripada penampilan yang mereka tunjukkan malam ini," kata Spalletti.

Menurut pelatih asal Italia tersebut, kombinasi kedua penyerang itu berpotensi menghasilkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar penjumlahan kemampuan individu masing-masing.

"Mereka bisa bermain bersama. Ketika bekerja sama, mereka bisa menjadi tiga, bukan dua," imbuhnya.

 

Spalletti Puas dengan Respons Juventus

Di sisi lain, Spalletti mengaku puas dengan sikap para pemain Juventus yang mampu bangkit setelah kekalahan dari Lazio. Menurutnya, bukan perkara mudah bagi tim untuk kembali ke jalur positif dalam situasi seperti itu.

Ia menilai para pemain telah menunjukkan mentalitas yang tepat dengan menerima tekanan, berusaha menguasai lebih banyak ruang, dan berjuang hingga pertandingan berakhir.

"Saya puas dengan sikap para pemain. Kembali ke pertandingan dalam situasi seperti ini bukanlah hal mudah. Mereka menerima kesulitan, mulai mendapatkan ruang, dan akhirnya memperoleh hasil, meskipun kami tidak melakukan kesalahan mencolok dalam dua gol lawan," ujar Spalletti.

Spalletti juga memberikan apresiasi kepada Rennes. Ia menilai klub asal Prancis tersebut memiliki pemain-pemain dengan kecepatan dan kemampuan teknik yang baik, didukung akademi yang kuat.

Namun, ia mengingatkan Juventus agar terus meningkatkan kualitas permainan jika ingin bersaing dengan tim-tim terbaik.

"Kami harus menunjukkan bahwa kami lebih baik daripada tim lain. Jika tidak, kami hanya akan terus berputar di tempat yang sama," tegasnya.

Sumber: Football Italia

 

Video Populer

Foto Populer