Paul Scholes Sebut 5 Pemain Pengkhianat Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola, Ada Mantan Rekan Setimnya di MU

Legenda Manchester United, Paul Scholes, menyebut lima pemain yang menurutnya layak masuk daftar pengkhianat terbesar dalam sejarah sepak bola.

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Paul Scholes, menyebut lima pemain yang menurutnya layak masuk daftar pengkhianat terbesar dalam sejarah sepak bola. Menariknya, salah satu nama yang masuk daftar tersebut merupakan mantan rekan setimnya sendiri di Old Trafford.

Scholes mengungkapkan pilihannya saat berbincang bersama Nicky Butt dalam podcast The Good, The Bad & The Football. Keduanya membahas sejumlah pesepak bola yang pernah membuat suporter kecewa karena memutuskan pindah ke klub rival.

Dalam sepak bola, ada satu hal yang kerap dianggap sebagai pantangan oleh para pendukung, yakni meninggalkan klub untuk bergabung dengan rival langsung. Beberapa pemain pernah mengambil keputusan tersebut dan harus menerima konsekuensi berupa cemoohan dari suporter mantan klubnya.

Emmanuel Adebayor, misalnya, pernah menjadi sorotan setelah berlari sepanjang lapangan untuk merayakan gol di depan pendukung Arsenal ketika membela Manchester City. Ada pula Rio Ferdinand yang meninggalkan Leeds United untuk bergabung dengan Manchester United.

Namun, siapa saja lima pemain yang masuk daftar pilihan Scholes? Berikut daftarnya seperti dikutip dari Give Me Sport, Sabtu (31/10/2026). 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

5. William Gallas (Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspur)

William Gallas menjadi salah satu pemain yang pernah memperkuat sejumlah klub besar London. Bek asal Prancis itu terlibat dalam pertukaran pemain yang membuat Ashley Cole pindah dari Arsenal ke Chelsea pada 2006, sementara Gallas justru berlabuh ke Emirates Stadium.

Kisahnya belum berhenti di situ. Pada 2010, Gallas kembali membuat keputusan kontroversial dengan bergabung ke Tottenham Hotspur secara gratis setelah meninggalkan Arsenal.

Kepindahan tersebut membuatnya pernah mengenakan seragam tiga klub besar London yang memiliki rivalitas kuat.

 

4. Michael Owen (Liverpool, Manchester United)

Michael Owen juga masuk dalam daftar Scholes. Mantan striker Timnas Inggris itu pernah menjadi salah satu pemain paling populer di Liverpool sebelum bergabung dengan Manchester United pada 2009.

Owen memang tidak pindah secara langsung dari Liverpool ke MU. Namun, keputusannya menerima pinangan Setan Merah tetap membuat hubungan dengan sebagian pendukung The Reds memburuk.

Sebelumnya, Owen juga sempat meninggalkan Liverpool untuk bergabung dengan Real Madrid pada 2004. Keputusan tersebut membuatnya kerap mendapat sambutan negatif ketika kembali ke Anfield.

Dalam sebuah wawancara bersama Jamie Carragher, Owen mengakui betapa beratnya pengalaman tersebut.

"Saya hampir harus memutus hubungan. Rasanya menyakitkan ketika kembali ke Anfield dan mendengar suporter mencemooh saya saat masih bermain untuk Newcastle," ujar Owen.

Ia bahkan mengibaratkan situasi tersebut seperti perpisahan dengan pasangan.

"Rasanya seperti berpisah dengan istri. Saya hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena menerima tawaran Real Madrid. Saya masih mencintai Liverpool," lanjutnya.

 

3. Carlos Tevez (Manchester United, Manchester City)

Nama berikutnya cukup mengejutkan karena merupakan mantan rekan setim Scholes di Manchester United, yakni Carlos Tevez.

Penyerang asal Argentina itu pernah menjadi bagian penting dari skuad Setan Merah sebelum memutuskan bergabung dengan Manchester City, yang saat itu kerap disebut sebagai tetangga berisik MU.

Keputusan Tevez membuat sebagian pendukung Manchester United kecewa. Apalagi, ia sebelumnya ikut membantu klub meraih gelar Premier League dan Liga Champions.

Scholes sempat memberikan sedikit pembelaan kepada mantan rekannya tersebut.

"Dia hanya berstatus pemain pinjaman di United, bukan?" kata Scholes.

Meski begitu, Tevez kemudian menjadi bagian dari sejarah Manchester City ketika membantu klub tersebut meraih gelar Premier League pertama pada 2012.

Hubungannya dengan pendukung MU pun tak pernah benar-benar pulih. Ia bahkan mendapat sambutan berupa cemoohan ketika kembali ke Old Trafford untuk tampil dalam laga Soccer Aid pada 2025.

 

2. Luis Figo (Barcelona, Real Madrid)

Luis Figo menjadi salah satu contoh paling terkenal dari pemain yang berpindah ke klub rival. Legenda Portugal itu membuat keputusan kontroversial pada 2000 dengan meninggalkan Barcelona untuk bergabung dengan Real Madrid.

Kepindahan tersebut langsung memicu kemarahan besar dari pendukung Barcelona. Figo yang sebelumnya menjadi idola di Camp Nou berubah menjadi salah satu sosok paling dibenci oleh suporter klub Catalan tersebut.

Momen paling ikonik terjadi ketika Figo kembali ke Camp Nou dengan seragam Real Madrid. Ia mendapat sambutan panas, bahkan sebuah kepala babi dilemparkan ke arahnya dari tribune penonton.

Meski demikian, Figo tetap mampu menorehkan prestasi bersama kedua klub. Ia tercatat berhasil meraih tujuh trofi utama bersama Barcelona dan tujuh lainnya bersama Real Madrid.

 

1. Sol Campbell (Tottenham Hotspur, Arsenal)

Sol Campbell menempati posisi pertama dalam daftar pilihan Scholes. Kepindahan bek asal Inggris itu dari Tottenham Hotspur ke Arsenal pada 2001 dianggap sebagai salah satu pengkhianatan paling kontroversial dalam sepak bola Inggris.

Campbell sebelumnya merupakan pemain penting Tottenham. Bahkan, Spurs sempat menawarkan kontrak yang akan menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi sepanjang sejarah klub.

Namun, ia justru memilih tidak memperpanjang kontrak dan bergabung dengan Arsenal secara gratis.

Keputusan tersebut semakin menyakitkan bagi pendukung Tottenham karena Campbell sebelumnya sempat menyampaikan keinginan untuk bertahan di White Hart Lane.

Scholes memilih menempatkan Campbell di atas Figo. Ia menilai rivalitas Arsenal dan Tottenham memiliki tingkat kebencian yang sangat tinggi.

"Arsenal dan Tottenham, itu benar-benar kebencian, bukan? Dia mendapat banyak cemoohan," ujar Scholes.

Kepindahan Campbell pun hingga kini tetap dikenang sebagai salah satu transfer paling kontroversial dalam rivalitas klub-klub London.

Sumber: Give Me Sport 

Video Populer

Foto Populer