FIFA Kembali Kehilangan Pejabat Senior, Kepergian Besar Kedua dalam Tiga Bulan

FIFA kembali kehilangan pejabat senior, Emilio Garcia Silvero mundur setelah 8 tahun.

Bola.com, Jakarta - FIFA kembali kehilangan satu di antara pejabat seniornya. Emilio Garcia Silvero, yang menjabat sebagai kepala bidang hukum dan kepatuhan, selama delapan tahun, memutuskan meninggalkan posisinya untuk memulai babak baru dalam karier profesional di Madrid, Spanyol.

FIFA mengonfirmasi kepergian tersebut pada Jumat.

Mundurnya Garcia Silvero menjadi kepergian besar kedua di lingkungan organisasi sepak bola dunia itu dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Kevin Lamour meninggalkan jabatan sebagai kepala operasional FIFA pada Agustus.

Lamour mengklaim rencana kontroversial Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjual hak komersial Piala Dunia telah menipu jajaran administrasi organisasi tersebut.

Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, juga diperkirakan tidak akan memperpanjang kontraknya sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA ketika masa kerjanya berakhir.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber kepada ESPN.

Kepergian Garcia Silvero turut menjadi kehilangan bagi sepak bola Spanyol. Ia merupakan salah satu figur penting dalam struktur eksekutif FIFA, sementara Spanyol sedan bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Portugal dan Maroko.

Hingga kini, lokasi pertandingan final Piala Dunia 2030 belum ditentukan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tugas Emilio Garcia Silvero

ESPN melaporkan, selama bertugas di FIFA, Garcia Silvero berperan dalam sejumlah perubahan regulasi penting di sepak bola internasional.

Di antaranya, pembentukan lembaga kliring untuk pembayaran internasional, penerapan aturan baru bagi agen sepak bola, serta pengenalan sistem transfer internasional yang baru.

Ia juga mendorong berbagai inisiatif global untuk membuat regulasi sepak bola lebih mudah diakses dan transparan di enam konfederasi FIFA.

FIFA menyatakan Jan Kleiner, yang saat ini menjabat sebagai kepala regulasi sepak bola di Zurich, akan mengambil alih sementara tanggung jawab departemen hukum dan kepatuhan di Miami.

Selain menjalankan tugasnya di FIFA, Garcia Silvero menjadi anggota dewan pengelola Court of Arbitration for Sport (CAS) di Lausanne, Swiss.

Lembaga tersebut setiap tahun menangani ratusan banding terhadap keputusan FIFA, termasuk perkara sengketa kontrak yang melibatkan klub, pemain, dan pelatih.

FIFA Apresiasi

Dalam pernyataan resminya, FIFA menyampaikan apresiasi atas kontribusi Garcia Silvero selama delapan tahun bekerja untuk sepak bola dunia.

“Sejak bergabung dengan FIFA pada Piala Dunia 2018, Emilio telah memberikan kontribusi aktif terhadap pengembangan dan modernisasi kerangka regulasi yang mengatur sepak bola internasional,” demikian pernyataan FIFA.

FIFA juga menyoroti kepemimpinan Garcia Silvero dalam mengelola tim profesional yang bekerja di kantor Zurich dan Miami.

"Selama menjabat sebagai eksekutif, ia memimpin tim profesional di kantor Zurich dan Miami, serta menginisiasi berbagai proyek besar, reformasi regulasi, program pendidikan, dan inisiatif yang bertujuan memperkuat transparansi, kepastian hukum, serta akses terhadap informasi mengenai aturan dan regulasi sepak bola," lanjut pernyataan tersebut.

FIFA Bersiap Kongres Luar Biasa

Garcia Silvero sebelumnya pernah bekerja bersama Infantino ketika keduanya masih berada di UEFA. Ia kemudian mengikuti Infantino ke Zurich, dua tahun setelah pria asal Swiss itu terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016.

Infantino sempat berupaya membentuk perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise untuk mengelola kepentingan komersial Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya.

Dalam rencana tersebut, investor swasta akan memiliki sebagian kecil saham perusahaan.

Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan pada Agustus setelah tiga konfederasi kontinental menolaknya. UEFA juga mengancam akan memboikot kompetisi FIFA jika rencana tersebut dilanjutkan.

FIFA kini bersiap menggelar Kongres Luar Biasa pada 23 November untuk menentukan tuan rumah Piala Dunia Wanita 2031 dan 2035. Dewan FIFA dijadwalkan kembali mengadakan pertemuan pada 16 Desember.

Sementara itu, pemilihan Presiden FIFA akan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Batas akhir pengajuan kandidat ditetapkan pada 18 November.

 

Sumber: ESPN

Video Populer

Foto Populer