Amorim Pergi, Fans Manchester United Minta Biang Kerok Lainnya Juga Dipecat: Jason Wilcox

Pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United belum meredakan kegelisahan publik Old Trafford. Justru sebaliknya, gelombang kekecewaan suporter kini mengarah ke jajaran petinggi klub.

Bola.com, Jakarta - Pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United belum meredakan kegelisahan publik Old Trafford. Justru sebaliknya, gelombang kekecewaan suporter kini mengarah ke jajaran petinggi klub.

Meski ada peningkatan dibanding musim lalu, performa Manchester United di bawah Amorim dinilai masih jauh dari meyakinkan. Rentetan hasil yang tak konsisten membuat kesabaran publik menipis, terlebih setelah hubungan internal klub dikabarkan memburuk.

Manchester United sempat menunjukkan tanda kebangkitan pada Oktober dengan tiga kemenangan beruntun. Namun, momentum itu menguap setelah Setan Merah hanya mampu meraih tiga kemenangan dari 11 laga terakhir di semua ajang.

Dua hasil imbang beruntun melawan Wolverhampton Wanderers di kandang dan Leeds United di laga tandang menjadi penutup masa jabatan Amorim. Posisi United memang masih berada di peringkat keenam klasemen dan hanya kalah selisih gol dari zona Liga Champions, tetapi konflik internal dinilai menjadi pemicu utama pemecatan sang manajer.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Pernyataan Terbuka yang Jadi Titik Balik

Sebelum dipecat, Ruben Amorim sempat melontarkan pernyataan terbuka yang dinilai menyindir struktur manajemen klub. Ia menegaskan bahwa perannya di Manchester United adalah sebagai manajer, bukan sekadar pelatih.

“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan pelatih. Itu jelas,” ujar Amorim setelah laga imbang melawan Leeds United.

“Di setiap departemen, termasuk pencari bakat dan direktur olahraga, semua harus menjalankan tugasnya. Saya akan melakukan tugas saya selama 18 bulan, setelah itu kita lanjutkan hidup masing-masing.”

 

3 dari 5 halaman

Masalah Transfer dan Retaknya Hubungan Internal

Sumber frustrasi Amorim disebut berkaitan erat dengan kebijakan transfer. Ia sebelumnya menyiratkan kekecewaan atas minimnya aktivitas perekrutan pemain pada bursa Januari.

“Bursa transfer tidak akan mengubah apa pun. Saat ini tidak ada pembicaraan untuk mengubah skuad,” tuturnya. “Kami dekat dengan zona Liga Champions, tetapi juga tidak jauh dari delapan tim di bawah kami. Fokus kami sekarang hanya memenangkan laga berikutnya.”

Ketegangan itu semakin terasa ketika Amorim secara terbuka menyebut nama Jason Wilcox, Direktur Olahraga Manchester United. Ia mengakui adanya perbedaan pandangan dengan pihak manajemen.

“Terkadang saya punya satu ide, Jason Wilcox dan dewan punya ide lain,” ucap Amorim. “Setiap keputusan harus menemukan titik temu. Anda tidak bisa selalu mengikuti kemauan manajer karena manajer bisa berganti. Tapi manajemen juga harus memahami cara bermain yang diinginkan manajer.”

 

4 dari 5 halaman

Fans Berang, Wilcox Jadi Sasaran

Laporan David Ornstein di The Athletic mengungkap bahwa keretakan hubungan antara Amorim dan Wilcox menjadi faktor krusial di balik keputusan pemecatan. Disebutkan bahwa pimpinan klub, termasuk CEO Omar Berrada dan Jason Wilcox, sepakat mengambil langkah tersebut setelah hubungan di belakang layar tak lagi bisa diperbaiki.

Bahkan, laporan lain menyebutkan bahwa keputusan memecat Amorim sudah diambil sebelum laga melawan Leeds, menyusul pertengkaran hebat dalam pertemuan dengan Wilcox.

Reaksi keras pun muncul dari suporter di media sosial. Banyak fans menuntut agar Jason Wilcox ikut bertanggung jawab.

“Manchester United harus memecat Jason Wilcox. Dia bukan yang terbaik, dia lelucon dan hanya jadi tukang setuju bagi hierarki klub,” tulis seorang fan.

“Sekarang pecat Jason Wilcox dan Omar Berrada juga. Mereka sama bersalahnya dengan manajer,” tulis pendukung lainnya.

Di tengah kekacauan tersebut, satu hal terlihat jelas. Bagi sebagian besar suporter, Amorim bukan satu-satunya pihak yang patut disalahkan. Jason Wilcox kini berdiri di garis depan amarah publik Old Trafford, simbol dari ketidakpuasan yang lebih dalam terhadap arah dan kepemimpinan Manchester United.

5 dari 5 halaman

Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Video Populer

Foto Populer