PSBS Waspadai PSIM, Marian Mihail: Tim dalam Situasi Sulit, Harus Maksimal untuk Bertahan di BRI Super League

Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, mengaku antusias kembali merasakan atmosfer kompetisi Liga Indonesia jelang duel melawan PSIM Yogyakarta.

Bola.com, Sleman - Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, mengaku antusias kembali merasakan atmosfer kompetisi Liga Indonesia jelang duel melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026.

PSBS akan menjamu PSIM di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27/2/2026) pukul 20.30 WIB. Pertandingan itu sangat krusial bagi tim yang dijuluki Badai Pasifik tersebut, yang tengah berjuang keluar dari papan bawah.

"Saya sangat senang bisa berada di ruangan ini lagi. Ini mengingatkan saya pada kenangan indah dua tahun lalu," ujar Marian Mihail saat sesi konferensi pers jelang laga, Kamis (26/2/2026).

Sebelum melatih PSBS, Marian Mihail pernah enam bulan menukangi PSS Sleman di BRI Liga 1 pada periode 2022/2023 hingga 2023/2024. Meski singkat, momen tersebut sangat berkesan bagi pemilik Lisensi UEFA Pro itu.

"Saya sangat senang kembali ke Liga Indonesia, yang saya lihat semakin kuat, terutama dengan beberapa perubahan yang ada. Jadi, saya bangga bisa berada di sini," sambungnya.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Situasi Mental Berbeda

Kembali ke laga versus PSIM. Pelatih asal Rumania itu menyebut, pertandingan nanti mempertemukan dua tim dengan kondisi mental yang bertolak belakang.

"Mengenai pertandingan besok, ada dua tim dengan kondisi mental yang berbeda. Lawan mungkin lebih santai karena tidak dihantui ancaman degradasi dan itu normal," katanya.

"Sedangkan kami berada dalam situasi yang sangat sulit, kami harus melakukan yang maksimal untuk menyelamatkan diri (tetap bertahan di Liga 1)," lanjut Marian Mihail.

PSBS kini tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara BRI Super League musim ini dengan raihan 18 poin. Adapun PSIM bercokol di urutan kedelapan dengan 33 angka. Oleh karena itu, Tim Badai Pasifik membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa bertahan di kasta teratas.

 

Soal Gaya Permainan Lawan

Pelatih berusia 67 tahun itu menilai PSIM sebagai tim dengan karakter permainan yang berbeda dibanding lawan-lawan yang pernah mereka hadapi sebelumnya, seperti Persis Solo maupun Persita Tangerang.

"Sepak bola itu sulit diprediksi, kami tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Namun, kami sudah menganalisis lawan dengan baik, terutama pertandingan terakhir dan pertemuan pertama melawan mereka," ucapnya.

"Kami tahu mereka adalah tim teknis dengan permainan yang sangat terorganisir. Mereka sangat berbeda dari Persis Solo atau Persita Tangerang."

"Kami telah mempersiapkan tim dari sudut pandang kami dan saya ingin tim bermain dengan intensitas, ambisi, dan kepercayaan diri agar bisa meraih hasil yang bagus," imbuh Marian Mihail.

 

Optimisme Nurhidayat

Sementara itu, bek PSBS, Nurhidayat, memastikan seluruh pemain sudah mendapatkan arahan taktik dari pelatih untuk meredam permainan PSIM. Kemenangan diharapkan menjadi milik timnya.

"Pelatih sudah memberikan latihan atau taktik untuk pertandingan besok melawan PSIM. Semoga apa yang coach berikan di latihan berjalan dengan lancar dan semoga kami bisa mendapatkan hasil yang diinginkan yaitu tiga poin," harapnya.

Laga kontra PSIM menjadi momentum penting bagi PSBS untuk bangkit. Tambahan tiga poin tak hanya berdampak pada posisi klasemen, namun juga bisa menaikkan kepercayaan diri pemain dalam menghadapi sisa kompetisi musim ini.

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer