Pelatih Persijap Ungkap Kunci Lumpuhkan Kekuatan Bhayangkara FC: Berhasil Matikan 3 Senjata Lawan

Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, merasa gembira dengan keberhasilan anak asuhnya menjalankan strategi dengan baik saat melumpuhkan Bhayangkara FC.

Bola.com, Jepara - Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, merasa gembira dengan keberhasilan anak asuhnya menjalankan strategi dengan baik saat melumpuhkan Bhayangkara FC pada laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Sabtu (11/4/2026) malam WIB, Persijap Jepara berhasil mengamankan tiga poin setelah menggebuk Bhayangkara FC dengan skor tipis 2-1.

Mario Lemos mengakui, gol cepat yang dicetak Borja Herrera ketika laga belum genap berjalan satu menit merupakan satu momen penting. Gol tersebut sukses menggenjot kepercayaan diri pemain Laskar Kalinyamat.

“Ini adalah pertandingan yang menarik. Kami bisa memulai laga dengan sangat baik. Kami bisa mencetak gol pertama pada awal-awal permainan yang bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain,” kata Mario Lemos.

Setelah unggul, Persijap akhirnya mampu memperlebar jarak menjelang berakhirnya babak pertama lewat gol Sudi Abdallah (45’). Adapun satu gol balasan dari The Guardian datang dari Moussa Sidibe ketika duel menginjak menit ke-90.

Kemenangan tersebut memang terasa spesial. Selain Persijap Jepara bisa melanjutkan tren positif di kandang, mereka berhasil melumpuhkan Bhayangkara FC yang sebelumnya bisa memenangkan enam pertandingan beruntun.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Lumpuhkan Senjata Lawan

Juru taktik asal Portugal itu mengatakan, salah satu kunci utama di balik keberhasilan Persijap menaklukkan Bhayangkara FC ialah menghentikan beberapa pemain berbahaya yang selama ini menjadi senjata lawan.

Nama-nama seperti Moussa Sidibe, sejak awal laga, sudah dihentikan Najeeb Yakubu. Padahal, sebelum laga ini, Sidibe tampil ganas dengan koleksi delapan gol plus lima assist dari sembilan pertandingan.

“Di laga ini, kami berhasil menjalankan strategi yang disiapkan, yakni menghentikan Sidibe, Privat Mbarga, hingga Doumbia. Para pemain melakukan pekerjaan yang baik. Kami juga berusaha memenangkan laga,” kata Mario.

Nama-nama yang disebut Mario Lemos memang punya catatan yang mengerikan. Henri Doumbia, misalnya, telah mengoleksi empat gol dan tiga assist sejak gabung pada putaran kedua. Privat Mbarga juga telah mengukir empat gol plus dua assist.

 

Tiga Poin Penting

Selain itu, Mario juga memuji kesuksesan anak asuhnya memaksimalkan momentum krusial ketika mendapatkan peluang emas. Namun, ia juga cukup kecewa dengan kelengahan Persijap Jepara hingga kebobolan di akhir laga.

Terlepas dari kebobolan itu, Mario merasa gembira anak asuhnya bisa menambah pundi-pundi poin. Laskar Kalinyamat harus bisa terus konsisten menjaga posisinya agar tak dikejar tim-tim dari zona merah.

“Para pemain di lini depan, Franca, Sudi, Rendi, bermain bagus. Kami bisa mencetak gol pada momen-momen yang penting, dan akhirnya kami bisa unggul 2-0 di akhir babak pertama,” ujar pelatih berusia 39 tahun itu.

“Kami bisa mengontrol permainan. Namun, sayangnya di akhir laga kami melakukan kesalahan fatal yang membuat kami menderita. Namun, hal-hal semacam ini bisa terjadi. Yang terpenting, kami bisa mendapatkan tiga poin dan itu lebih utama,” lanjut dia.

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer