Indra Sjafri Ajak Semua Pihak Kerja Keras dan Bersatu Majukan Sepak Bola Usia Muda: Jangan Saling Menyalahkan

Mantan pelatih timnas kelompok umur, Indra Sjafri, turut angkat bicara soal situasi ini. Dalam sebuah diskusi bertajuk "Alasan di Balik Lemahnya Regenerasi Timnas Indonesia" yang tayang di YouTube, pelatih yang pada 2013 dan 2024 membawa Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 itu berbagi pandangan terus terang.

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 asuhan Nova Arianto bersiap tampil di Piala AFF U-19 2026 yang rencananya digelar di Medan, Sumatera Utara, mulai 1 hingga 14 Juni mendatang. Gelar juara bukan sekadar target, melainkan keharusan setelah serangkaian hasil mengecewakan di turnamen kelompok umur sebelumnya.

Di fase grup, Garuda Muda tergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Timor Leste, dan Myanmar. Tekanan untuk tampil maksimal begitu besar, mengingat publik sepak bola Tanah Air masih menyimpan kekecewaan atas perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 dan Piala AFF U-17.

Kegagalan dua turnamen itu memantik keprihatinan luas, karena para pemain kelompok umur sejatinya adalah aset berharga untuk masa depan timnas senior. Regenerasi yang tersendat membuat banyak pihak mempertanyakan arah pembinaan sepak bola muda Indonesia.

Mantan pelatih timnas kelompok umur, Indra Sjafri, turut angkat bicara soal situasi ini. Dalam sebuah diskusi bertajuk "Alasan di Balik Lemahnya Regenerasi Timnas Indonesia" yang tayang di YouTube, pelatih yang pada 2013 dan 2024 membawa Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 itu berbagi pandangan terus terang.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Evaluasi Jadi Kunci

Indra Sjafri tidak langsung menuding siapa pun atas kegagalan yang terjadi. Ia justru menekankan pentingnya proses evaluasi yang jujur dan menyeluruh dari pihak teknis PSSI.

"Pertama yang harus dilakukan di setiap event di setiap kegiatan bahwa evaluasi itu penting. Evaluasi yang benar-benar dilakukan oleh tim teknisnya PSSI. Masalahnya di mana?," ujar Indra Sjafri. "Tetapi saya tidak mau menilai, 'Ini kenapa tidak lolos? Kenapa tidak juara di AFF?' Saya melatih hampir semua kelompok umur, dari usia 16 tahun sampai usia 24 tahun SEA Games," imbuhnya.

Pria kelahiran Sumatera Barat, 2 Februari 1963, itu kemudian membandingkan Timnas Indonesia U-17 yang kalah 1-3 dari Jepang di fase grup Piala Asia U-17 2026 dengan skuad yang pernah ia tukangi pada era sebelumnya. Kesimpulannya justru mengejutkan banyak pihak.

"Kualitas tim yang main lawan Jepang dibandingkan dengan tim yang kualifikasi saya dengan umur yang sama tahun 2011 jauh, jauh. Kualitasnya lebih baik. Bagus yang sekarang. Jauh lebih bagus yang sekarang," kata Indra Sjafri.

 

Bukan Mundur, tapi Belum Setara Jepang

Indra Sjafri menolak narasi bahwa sepak bola Indonesia sedang mengalami kemunduran, termasuk di level usia muda. Ia meminta semua pihak tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya dari satu atau dua hasil buruk.

"Apa artinya? Bukan kita mundur sepak bola kita ya. Yang sekarang, kualitas bermainnya lebih bagus. Terus jangan juga dibandingkan dengan Jepang, yang sepak bolanya memang sudah jauh lebih maju," ucap pelatih yang sukses mempersembahkan medali emas sepak bola SEA Games 2023 itu.

Meski begitu, Indra Sjafri tetap jujur mengakui bahwa kegagalan di turnamen adalah fakta yang tidak bisa ditutup-tutupi. Ia justru mendorong agar semua pihak bersatu dan fokus pada perbaikan jangka panjang, bukan saling lempar kesalahan.

"Gagal iya. Kita harus jujur, gagal tidak juara Piala AFF, tidak lolos Piala Dunia. Tetapi secara kualitas anak, kualitas pemain, lebih baik dari dulu. Berarti apa? Apa yang kita sudah kerjakan dengan memperbaiki kualitas kurikulum, memperbanyak pelatih, membuat kompetisi-kompetisi usia muda setiap kelompok umur diperbaiki terus," papar Indra Sjafri.

"Saya yakin, nanti kualitas kita akan lebih baik. Oleh sebab itu tidak ada jalan lain. Kerja keras dan bersatu. Jangan kita saling menyalahkan," pungkasnya.

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer