Win Rate Tak Berbohong, Ruben Amorim Jadi Manajer MU Terburuk Pasca-Era Sir Alex Ferguson

Ruben Amorim ternyata menjadi manajer Manchester United dengan win rate atau tingkat kemenangan terburuk, pasca-era Sir Alex Ferguson.

Bola.com, Jakarta - Ruben Amorim ternyata menjadi manajer Manchester United dengan win rate atau tingkat kemenangan terburuk, pasca-era Sir Alex Ferguson. Catatan tersebut menjadi satu di antara beberapa faktor yang membuat Amorim akhirnya dipecat MU.

Ruben Amorim resmi didepak dari jabatannya sebagai manajer Tim Setan Merah pada Senin (5/1/2026). Untuk sementara, posisi manajer Manchester United dipercayakan kepada Darren Fletcher yang akan memimpin timnya menghadapi Burnley, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.

"Ruben Amorim telah meninggalkan jabatannya sebagai Pelatih Kepala Manchester United. Ruben ditunjuk pada November 2024 dan berhasil membawa tim melaju hingga final Liga Europa UEFA di Bilbao pada Mei," tulis MU di situs resminya.

"Dengan Manchester United saat ini berada di posisi keenam Premier League, pimpinan klub dengan berat hati memutuskan bahwa inilah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan."

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Mengkritik Petinggi Klub

Dalam beberapa bulan terakhir, posisi manajer berusia 40 tahun tersebut sejatinya sudah berada di ujung tanduk. Ruben Amorim kerap dihujani kritikan dari suporter dan tekanan dari petinggi klub karena sulit mendongkrak performa Tim Setan Merah.

Situasi semakin memanas ketika Amorim meluapkan kekecewaan dalam konferensi pers pasca-laga kontra Leeds United, Minggu (4/1/2026) malam WIB. Manajer asal Portugal itu melontarkan kritik tajam kepada petinggi klub selepas duel yang berakhir imbang 1-1 tersebut.

Dalam pernyataannya, Ruben Amorim secara terbuka mempersoalkan statusnya sebagai pelatih kepala dan menuntut disebut sebagai manajer MU. Dia juga melontarkan sindiran terselubung kepada Direktur Olahraga Manchester United, Jason Wilcox, menyusul kegagalan mendatangkan winger Bournemouth, Antoine Semenyo, pada Januari 2026.

Pernyataan tersebut akhirnya membuat kuping direksi Manchester United panas. MU lantas mengambil keputusan untuk memecat Ruben Amorim dari jabatannya sebagai manajer.

 

3 dari 4 halaman

Win Rate Terendah

Selain berselisih dengan jajaran petinggi klub, pertimbangan lain yang membuat Manchester United memecat Ruben Amorim adalah win rate-nya yang buruk. Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada Mei 2013, Manchester United telah diasuh enam manajer berbeda.

Mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, dan Ruben Amorim. Selain itu, Tim Setan Merah juga ditangani beberapa manajer interim, yakni Ryan Giggs, Michael Carrick, Ralf Rangnick, serta Ruud van Nistelrooy.

Namun jika hanya dirunut berdasarkan posisi manajer tetap, persentase kemenangan Amorim adalah yang terburuk dibandingkan nama-nama lainnya. Berdasarkan statistik Squawka, win rate atau tingkat kemenangan Ruben Amorim sebagai manajer MU hanya berada di angka 36,92 persen.

Adapun mantan manajer The Red Devils lainnya memiliki rata-rata kemenangan yang cukup oke. Seperti Van Gaal yang berada di angka 52,43 persen, Moyes dengan 52,94 persen, Solskjaer dengan 54,17 persen, Ten Hag dengan 54,69 persen, dan Jose Mourinho 58,33 persen.

Sumber: Manchester Unted, Squawka

4 dari 4 halaman

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer