Terungkap! Cerita Konflik Panas Transfer Ruben Amorim dengan Petinggi MU yang Berujung Pemecatan

Pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih Manchester United (MU) ternyata tak lepas dari konflik panas soal kebijakan transfer.

Bola.com, Jakarta - Pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih Manchester United (MU) ternyata tak lepas dari konflik panas soal kebijakan transfer. Di balik kepergiannya dari Old Trafford, tersimpan pertikaian serius antara Amorim dan jajaran petinggi klub yang akhirnya berujung pada pemecatan dramatis.

Pelatih asal Portugal itu resmi dipecat pada Senin (5/1/2026), kurang dari 24 jam setelah melontarkan pernyataan keras menyusul hasil 1-1 kontra Leeds United.

Dalam konferensi pers tersebut, Amorim secara terbuka menegaskan ingin disebut sebagai manajer, bukan sekadar head coach, sebuah pernyataan yang dianggap sebagai manuver kekuasaan oleh internal klub.

Seperti dikutip dari The Sun, Senin (5/1/2026), sumber internal klub mengungkapkan akar masalah Amorim adalah perbedaan pandangan soal target transfer. Amorim disebut mengajukan daftar pemain yang berbeda dari daftar yang disusun Jason Wilcox (Direktur Sepak Bola) dan Christopher Vivell (Direktur Rekrutmen).

MU sebenarnya memiliki dana untuk belanja pemain pada bursa transfer Januari 2026 melalui fasilitas kredit bergulir. Klub bahkan siap menebus klausul rilis winger Bournemouth, Antoine Semenyo, senilai £60 juta dengan skema cicilan.

Namun, meski Amorim menyetujui transfer Semenyo, sang pemain justru dikabarkan lebih dekat bergabung dengan Manchester City. Situasi ini membuat Amorim frustrasi dan pada pekan lalu ia mengeluhkan potensi minimnya aktivitas MU di bursa transfer Januari 2026.

Amorim ingin Semenyo masuk dan berharap klub melepas Joshua Zirkzee, yang hanya mencetak dua gol Liga Inggris dalam setahun terakhir. Namun, Amorim mengakui Zirkzee kemungkinan akan bertahan dan MU tidak akan menjual pemain pada Januari 2026.

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Pengaruh Wilcox Mulai Mengganggu

Sejak awal, Amorim sudah mengakui sering harus mencari titik temu dengan Wilcox terkait target pemain. Ini sejalan dengan visi Sir Jim Ratcliffe, yang memang ingin mengurangi pengaruh pelatih dalam urusan transfer, sebuah respons atas kebijakan era Erik ten Hag yang kerap merekrut pemain dari Belanda.

Wilcox, yang awalnya bergabung sebagai direktur teknis pada April 2024, kemudian dipromosikan menjadi direktur sepak bola setelah kepergian Dan Ashworth. Bersama CEO Omar Berrada, Wilcox menjadi figur sentral dalam struktur baru MU.

Menariknya, Wilcox dan Berrada justru termasuk pihak yang mendukung penunjukan Amorim pada Oktober 2024. Namun, seiring waktu, besarnya pengaruh Wilcox mulai membuat Amorim tidak nyaman, terlebih saat ia berupaya mengangkat MU dari posisi keenam klasemen ke zona Liga Champions.

 

3 dari 4 halaman

Sudah Dibelanjakan Besar, Hasil Tak Maksimal

Manchester United sejatinya sudah memberikan dukungan besar kepada Amorim dengan belanja mencapai £225,3 juta pada musim panas 2025. Bahkan, Amorim sempat memuji strategi klub yang merekrut pemain untuk kepentingan jangka panjang klub, bukan untuk pelatih tertentu.

“Semua pemain yang ingin kami bawa ke Manchester, pelatih mana pun pasti menginginkan mereka,” ujar Amorim dalam wawancara pramusim, beberapa bulan lalu.

Namun, performa di lapangan tak sejalan dengan investasi tersebut. Setan Merah hanya meraih tiga kemenangan dari 11 laga terakhir, meski sebagian besar pertandingan dijalani dengan skuad yang nyaris penuh. Absennya delapan pemain akibat cedera dan Piala Afrika juga tak sepenuhnya menjadi pembenaran di mata manajemen.

 

4 dari 4 halaman

Pemecatan Setelah Ledakan Emosi

Meski pihak klub membantah adanya perebutan kekuasaan, waktu pemecatan Amorim sulit dilepaskan dari ledakan emosinya di hadapan media. MU menilai Amorim gagal menunjukkan perkembangan dan evolusi tim yang signifikan.

Manajemen kini menegaskan pelatih berikutnya harus siap bekerja dalam pendekatan kolaboratif, selaras dengan struktur klub yang ada.

Kepergian Amorim juga membuka jalan bagi pelatih baru yang tidak identik dengan sistem tiga bek, sementara MU menegaskan pemain-pemain yang direkrut mampu bermain dalam berbagai sistem.

Saat ini, Manchester United masih berada di posisi keenam Liga Inggris, dan dewan klub tetap optimistis target lolos ke kompetisi Eropa bisa tercapai, meski era Ruben Amorim telah resmi berakhir di Old Trafford. 

Sumber: The Sun

Video Populer

Foto Populer