Eddy Saputra Ungkap Peran Pemerintah dan Kekuatan Ekosistem Motorsport Nasional yang Bikin Banyak Pembalap Indonesia Berprestasi di Dunia

Nama-nama seperti Veda Ega Pratama di Moto3, Mario Aji di Moto2, hingga Aldi Satya Mahendra yang berhasil meraih gelar juara dunia World Supersport300, menjadi bukti bahwa fondasi motorsport Indonesia mulai bekerja secara efektif.

Bola.com, Jakarta - Nama-nama seperti Veda Ega Pratama di Moto3, Mario Aji di Moto2, hingga Aldi Satya Mahendra yang berhasil meraih gelar juara dunia World Supersport300, menjadi bukti bahwa fondasi motorsport Indonesia mulai bekerja secara efektif.

Menurut Eddy Saputra, CEO Pride promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series, prestasi yang diraih para pembalap Tanah Air merupakan hasil dari proses panjang dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem motorsport nasional.

Eddy Saputra menegaskan, keberhasilan pembalap Indonesia bukan lahir secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kerja kolektif yang melibatkan pembinaan berjenjang, kejuaraan nasional yang konsisten, regulasi dan pengawasan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), dukungan sponsor, serta pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

“Prestasi pembalap Indonesia di level dunia adalah hasil dari ekosistem yang dibangun bersama. Ada pembinaan pembalap, kejuaraan nasional, peran IMI sebagai regulator, dukungan sponsor, serta peran pemerintah dalam membangun infrastruktur seperti Sirkuit Mandalika,” ujar Eddy Saputra.

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Peran Pemerintah

Peran pemerintah dalam membangun ekosistem motorsport nasional menjadi fondasi penting yang kerap luput dari perhatian publik.

Salah satu langkah strategis adalah pembangunan Sirkuit Mandalika yang kini dikenal sebagai Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai venue motorsport berkelas dunia sekaligus sarana bagi pembalap Indonesia untuk berlatih dan berkembang menuju level internasional.

Sirkuit yang dibangun ITDC ini mengabiskan biaya trilyunan rupiah dan diresmikan pada 2021, pertama kali digunakan untuk ajang World Superbike 2021, dan sejak 2022–2025 secara konsisten menjadi tuan rumah MotoGP.

Tahun ini, ajang bergengsi tersebut dijadwalkan kembali digelar pada 9–11 Oktober 2026, menegaskan posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu venue event motorsport dunia.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga memberikan dukungan moral kepada pembalap Indonesia. Salah satunya terlihat ketika Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memperkenalkan Mario Aji dan Veda Ega Pratama untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 30 September 2025.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, yang memberikan motivasi langsung kepada para pembalap Indonesia.

Pertemuan ini berlangsung menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Mandalika, dan menjadi bukti nyata dukungan negara terhadap perkembangan pembalap nasional.

Ekosistem Motorsport Nasional Kini Ditopang oleh Beberapa Elemen Utama

Menurut Eddy Saputra, ekosistem motorsport nasional kini ditopang oleh beberapa elemen utama. Pertama adalah dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur sirkuit dan pembinaan atlet dan pembalap.

Kedua, peran regulator dalam hal ini Ikatan Motor Indonesia sebagai induk organisasi yang mengatur regulasi, lisensi, dan standarisasi balap.

Ketiga, penyelenggaraan kejuaraan nasional seperti Pertamina Mandalika Racing Series sebagai wadah kompetisi yang melahirkan pembalap handal.

Keempat, keberadaan tim balap yang profesional sebagai tempat berkembangnya talenta. Kelima, akademi balap yang memberikan pelatihan teknis dan mental sejak dini.

Keenam, pembinaan dari pabrikan besar seperti Honda dan Yamaha yang memainkan peran penting dalam mencetak pembalap berbakat.

Berikutnya ketujuh, adanya dukungan sponsor dan industri yang menjaga keberlangsungan karier para pembalap, mengingat biaya balap yang sangat besar. "Tanpa salah satu elemen ini, pembalap akan sangat sulit untuk naik ke level dunia,” tegas Eddy Saputra. 

Video Populer

Foto Populer