Marc Marquez Hanya Bisa Terpaku saat Menyaksikan Kecelakaan Alex di MotoGP Catalunya

Marc Marquez mengaku terpaku di depan TV saat menyaksikan kecelakaan sang adik, Alex, di MotoGP Catalunya lalu.

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez mengaku tidak mampu berbuat apa-apa selain terpaku di depan televisi saat menyaksikan kecelakaan hebat yang dialami adiknya, Alex Marquez, pada balapan MotoGP Catalunya 2026.

Pembalap tim pabrikan Ducati itu tidak turun balapan di Barcelona karena masih menjalani masa pemulihan cedera kaki yang dideritanya sepekan sebelumnya. Selain itu, Marc baru saja menjalani dua prosedur operasi yang turut menangani masalah pada bahunya.

Dari rumah, juara dunia sembilan kali tersebut mengikuti jalannya balapan sambil memberikan dukungan kepada Alex, yang datang ke Katalonia sebagai satu di antara kandidat kuat pemenang setelah merebut kemenangan pada balapan sprint sehari sebelumnya.

Insiden mengerikan itu terjadi saat balapan memasuki lap ke-12 dari total 24 lap yang dijadwalkan.

Ketika sedang memburu pemimpin lomba, motor KTM pabrikan yang dikendarai Pedro Acosta tiba-tiba kehilangan kecepatan akibat gangguan teknis.

Situasi itu membuat Alex tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Ducati miliknya menghantam motor Acosta sebelum pembalap Gresini Racing tersebut terlempar ke sisi kanan lintasan menuju area run-off berumput.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Terpaku karena Syok

Dalam tayangan ulang, motor dan tubuh Alex sama-sama melayang di udara sebelum akhirnya menghantam tanah.

"Ya, saya menyaksikan kecelakaan itu dari rumah. Tentu saja saya langsung terpaku di depan televisi," ujar Marc Marquez, Kamis (28-5-2026) waktu setempat, dalam penampilan publik pertamanya sejak insiden tersebut.

Beruntung, kondisi Alex terus dipantau secara intensif sehingga Marc bisa memperoleh perkembangan terbaru sepanjang proses evakuasi.

"Untungnya, dan saya ingin berterima kasih kepada MotoGP  karena mereka terus memberi informasi kepada saya mengenai apa yang disampaikan melalui radio tim. Saya selalu mengetahui bagaimana kondisi pembalap setiap saat," kata Marc.

Pernyataan tersebut merujuk kepada Alex yang sempat kehilangan kesadaran setelah mengalami benturan di kepala serta pada ruas tulang belakang leher C7. Beruntung, tulang tersebut tidak mengalami patah.

Pengingat Keras

Marc menilai dunia balap motor sedang menghadapi pengingat keras mengenai besarnya risiko yang selalu mengintai para pembalap.

"Kami sangat beruntung, dunia balap motor secara keseluruhan, bukan hanya karena kecelakaan Alex, tetapi juga kecelakaan Johann Zarco," ujarnya.

"Tetapi, tentu saja, ketika hal seperti itu menimpa anggota keluarga, dampaknya jauh lebih besar bagi Anda. Hari Minggu menjadi hari yang sangat berat bagi saya. Pada Senin, setelah saya bisa memeluknya secara langsung, saya jauh lebih tenang," ungkapnya.

Setelah mendapat lampu hijau dari tim dokter pribadinya, Marc bertolak ke Mugello. Pada Kamis, Direktur Medis MotoGP juga menyatakan dirinya fit untuk mengikuti sesi latihan bebas pertama (FP1), sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan.

Momen Tersulit

Kendati telah melewati banyak insiden sepanjang kariernya, Marc mengakui pengalaman menyaksikan kecelakaan Alex dari layar televisi menjadi satu di antara momen paling sulit yang pernah ia rasakan.

"Sejujurnya, ini salah satu momen yang membuat Anda benar-benar memahami besarnya risiko dalam olahraga ini. Kami menerima risiko itu, kami memahami bahwa pekerjaan ini penuh bahaya, tetapi selalu ada perasaan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi kepada diri sendiri," tutur Marc.

"Itulah kenyataannya. Risiko itu memang ada dan kami menerimanya. Sulit menjelaskannya, tetapi sampai hal itu menimpa anggota keluarga Anda sendiri, rasanya tidak akan sama."

"Kami tahu risiko itu ada. Risiko tersebut selalu berada di sana. Namun, menjalani 44 kali start dalam setahun dengan motor seperti ini jelas tidak membantu mengurangi risiko tersebut," ucap rider Ducati tersebut.

Kendati sempat dihantui kekhawatiran besar, Marc bersyukur kecelakaan itu tidak berakhir lebih buruk.

"Saya mengalaminya dengan sangat buruk. Namun, untungnya, semuanya hanya berupa rasa takut saat kecelakaan. Dia menjalani pekan yang sulit setelah kecelakaan tersebut. Saya melihat dia kesakitan, tetapi sekarang kondisinya sudah mulai membaik," ungkapnya.

"Dia mulai kembali tersenyum dan perlahan menjadi dirinya sendiri lagi," imbuh Marquez, yang tiga tahun lebih tua dari Alex.

 

Sumber: Motorsport

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer