Gedung Putih Merespons Tekanan FIFA ke Donald Trump terkait ICE di Piala Dunia 2026

Gedung Putih mengeluarkan pernyataan terkait keberadaan ICE di Piala Dunia 2026 yang "dipermasalahkan" FIFA.

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Gedung Putih mengeluarkan pernyataan resmi menyusul laporan bahwa pejabat senior FIFA mendesak presidennya, Gianni Infantino, untuk menyampaikan permintaan khusus kepada Donald Trump terkait keberadaan agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) pada Piala Dunia 2026.

Persiapan Piala Dunia 2026 terus berjalan, dengan seluruh 48 peserta telah dipastikan.

Piala Dunia 2026 akan digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 78 laga akan berlangsung di Amerika Serikat.

Namun, menjelang ajang tersebut, sejumlah pihak mulai menyuarakan kekhawatiran soal faktor keamanan, terutama dalam konteks situasi politik di bawah kepemimpinan Trump.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pengaruh Dinamika Turnamen

Ketegangan global turut memengaruhi dinamika turnamen. Setelah pecah konflik di Timur Tengah usai serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari, muncul spekulasi bahwa Iran berpotensi menarik diri, meski telah lolos ke putaran final.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) bahkan telah mengajukan permintaan kepada FIFA agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko.

Dalam jadwal saat ini, Iran dijadwalkan menghadapi Belgia, Mesir, dan Selandia Baru di wilayah Amerika Serikat.

Namun, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memastikan bahwa permintaan tersebut ditolak oleh FIFA.

Kekhawatiran Keberadaan ICE

Di sisi lain, kekhawatiran juga muncul terkait kehadiran ICE selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Lembaga penegak hukum federal itu bertugas menegakkan aturan imigrasi di Amerika Serikat, termasuk memiliki kewenangan menahan imigran tanpa dokumen.

Sejak Trump kembali menjabat pada awal 2025, ribuan penangkapan telah dilakukan. Bahkan pada awal 2026, dua warga Amerika Serikat, Alex Pretti dan Renee Nicole Good, dilaporkan tewas dalam insiden yang melibatkan agen ICE di Minneapolis, memicu kecaman luas.

Meski begitu, pelaksana tugas kepala ICE, Toddy Lyons, menegaskan komitmennya.

"ICE berdedikasi untuk memastikan semua orang yang mengunjungi fasilitas akan merasakan acara yang aman dan terjamin," ujar Lyons.

Respons Gedung Putih

Laporan dari The Athletic pada Selasa (14-4-2026) menyebut jajaran manajemen FIFA meminta Infantino untuk mengajukan permintaan langsung kepada Trump agar dilakukan moratorium atau penghentian sementara razia ICE di seluruh wilayah Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Manajemen FIFA disebut sangat mendukung gagasan tersebut dan berharap Infantino secara pribadi menghubungi Trump.

Menanggapi isu ini, juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyampaikan pernyataan resmi.

"Berkat kepemimpinan Presiden Trump, Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu acara terbesar dan paling spektakuler dalam sejarah manusia, yang digelar di Amerika Serikat. Ajang ini akan menghasilkan dampak ekonomi miliaran dolar dan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja. Presiden fokus menjadikan ini Piala Dunia terbaik sepanjang sejarah sekaligus memastikan turnamen berlangsung dengan aman dan terjamin," kata Ingle.

Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan dibuka di Kota Meksiko, dengan pertandingan antara Meksiko melawan Afrika Selatan pada 11 Juni 2026.

 

Sumber: Sportbible

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer