Ronaldo Nazario Tak Ragu Sebut Sosok yang Patut Disalahkan atas Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026

Legenda Brasil, Ronaldo Nazario, tak segan menunjuk sosok yang dianggapnya paling bertanggung jawab atas kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Legenda Timnas Brasil, Ronaldo Nazario, mengomentari kegagalan negaranya melaju jauh di Piala Dunia 2026. Tim Samba tersingkir di babak 16 besar, usai kalah dari Norwegia.

Timnas Brasil menyerah 1-2 dari Norwegia dalam duel sengit di New York Stadium, Senin (6/7/2026) pagi WIB.

Banyak pihak ramai-ramai mengkritik kinerja pelatih Carlo Ancelotti, yang diangga harus bertanggung jawab atas kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026.

Brasil kini sudah puasa juara Piala Dunia selama 24 tahun, sejak terakhir kali pada edisi 2002.

Dalam wawancaranya dengan Marca, Ronaldo Nazario menyebut beberapa kesalahan Carlo Ancelotti yang berujung dengan kekalahan saat melawan Norwegia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kecewa Pemilihan Pemain

Kendati Ancelotti dianggap punya reputasi sebagai satu di antara pelatih terbaik di dunia, Ronaldo kecewa dengan keputusan pemilihan pemain di skuad Selecao.

"Saya harus jujur, menurut saya kegagalan ini bermula dari keputusan-keputusan yang diambil dari bangku cadangan. Carlo Ancelotti adalah salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola, tapi di laga kemarin ia membuat terlalu banyak kesalahan," ujar Ronaldo seperti dikutip dari Give Me Sport.

"Saya masih tidak mengerti mengapa Joao Pedro tidak masuk skuad ini. Dia menjalani musim yang luar biasa, performanya sedang bagus, dan Brasil membutuhkan penyerang yang bisa memberikan sesuatu yang berbeda," lanjut pemilik nama lengkap Luiz Nazario da Lima tersebut.

Tak Maksimalkan Potensi Pemain Muda

Komentar berikutnya dari pemilik 62 gol di Timnas Brasil itu adalah keputusan Ancelotti untuk membiarkan pemain muda berbakat, Endrick, lebih banyak duduk di bangku cadangan sepanjang turnamen.

Peraih dua gelar Piala Dunia edisi 1994 dan 2002 itu mengaku tidak memahami keputusan tersebut. Endrick bermain di babak kedua tepatnya mulai menit ke-58, saat masuk menggantikan Matheus Cunha.

Endrick melewatkan satu kesempatan emas saat tinggal berhadapan dengan kiper Norwegia, tetapi bola sontekan kaki kirinya masih melenceng dari gawang. Endrick yang masih berusia 19 tahun, bermain empat kali di pentas Piala Dunia 2026, hanya absen di laga pertama melawan Maroko.

"Lalu lihatlah Endrick. Setiap kali ia masuk bermain di turnamen ini, ia membawa energi, agresivitas, dan elemen kejutan. Namun, ia menghabiskan sebagian besar waktu Piala Dunia dengan duduk di bangku cadangan. Saya tidak mengerti hal itu," cetus Ronaldo Nazario.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer