FIFA Beri Penjelasan Kenapa Gol Pertama Jude Bellingham Tak Dianulir di Laga Inggris Vs Norwegia

Gol penyeimbang Timnas Inggris ke gawang Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026) memicu kontroversi besar.

Bola.com, Jakarta - FIFA akhirnya memberikan penjelasan terkait kontroversi gol pertama Jude Bellingham saat Timnas Inggris menghadapi Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026). 

Gol penyeimbang yang dicetak Bellingham sempat dipertanyakan setelah muncul tayangan dari sudut kamera lain yang memperlihatkan dugaan bola sempat mengenai kabel kamera gantung (sky camera) sebelum Inggris membangun serangan.

Bellingham mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-47 setelah menerima umpan terobosan brilian dari Anthony Gordon. Gol tersebut merupakan gol kelima gelandang Real Madrid itu sepanjang turnamen.

Namun, para pemain Norwegia bersama pelatih Stale Solbakken terlihat melayangkan protes keras kepada perangkat pertandingan saat memasuki ruang ganti pada jeda babak pertama.

Kontroversi bermula dari tayangan yang ditampilkan stasiun televisi Amerika Serikat, FOX Sports.

Dalam tayangan dari sudut kamera berbeda, terlihat bola hasil tendangan jauh kiper Orjan Nyland hanya sampai ke kaki Elliot Anderson, yang kemudian mengawali serangan Inggris hingga berujung gol Bellingham.

Akan tetapi, tayangan close-up memperlihatkan bola diduga sempat mengalami perubahan arah ketika masih melayang di udara.

Banyak pihak menduga bola menyentuh kamera yang menggantung di atas lapangan. Jika benar terjadi, permainan seharusnya dihentikan dan dilanjutkan dengan drop ball sesuai regulasi FIFA.

Analis wasit FOX Sports sekaligus mantan pengadil Premier League, Mark Clattenburg, juga menilai VAR seharusnya dapat mendeteksi insiden tersebut apabila memang bola mengenai kamera.

"VAR bisa mengintervensi jika kontak bola dengan kabel kamera menjadi bagian dari insiden yang bisa ditinjau. Fase serangan yang berujung gol termasuk dalam kategori itu. Seharusnya VAR menangkap kejadian tersebut," ujar Clattenburg kepada Fox, seperti dikutip dari The Sun

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Alasan Gol Tetap Sah

Meski demikian, FIFA memastikan tidak ada bukti yang mendukung dugaan tersebut.

Badan sepak bola dunia itu menjelaskan bahwa setiap bola yang digunakan di Piala Dunia 2026 telah dilengkapi teknologi adidas Connected Ball, termasuk heartbeat sensor yang mampu mendeteksi benturan sekecil apa pun.

Setelah memeriksa data sensor, FIFA menyatakan tidak ditemukan adanya kontak dengan benda lain pada momen yang diperdebatkan tersebut.

"Kami telah memeriksa data dari adidas Connected Ball dan hasilnya tidak menunjukkan adanya lonjakan pada grafik heartbeat sensor," demikian pernyataan resmi FIFA, seperti dikutip Sportbible

Karena tidak ada indikasi benturan berdasarkan data sensor, gol Bellingham tetap dinyatakan sah.

 

Reaksi Netizen

Kontroversi gol Bellingham langsung memancing reaksi keras dari para penggemar di media sosial.

"Bagaimana mungkin itu tidak ditinjau? FIFA tidak akan pernah bisa lepas dari tuduhan-tuduhan seperti ini," tulis seorang penggemar.

Komentar lain berbunyi, "Mengapa sensor bola tidak mendeteksi benturan itu untuk membantu VAR? Ada yang aneh."

"Jelas bola mengenai kabel kamera. Bukankah sensor bola dan VAR seharusnya bisa melihat itu?" tulus netizen lain di X. 

Sementara penggemar lainnya mempertanyakan, "Apa yang sebenarnya terjadi dengan sensor yang ada di dalam bola?"

Sumber: The Sun, Sportbible

Video Populer

Foto Populer