Sukses


Pengertian Hiperinflasi, Penyebab, Tahap, dan Pengaruhnya

Bola.com, Jakarta - Hiperinflasi adalah kondisi ekstrem dari inflasi yang ditandai oleh peningkatan cepat dan tidak terkendali dalam harga barang dan jasa di suatu negara.

Hiperinflasi terjadi ketika tingkat inflasi mencapai lebih dari 50 persen per bulan. Hal itu menyebabkan nilai mata uang negara tersebut jatuh secara drastis.

Hiperinflasi sangat merugikan masyarakat. Kerugiannya antara lain menyebabkan daya beli melemah, penurunan tabungan, hilangnya kepercayaan dalam mata uang, serta ketakpastian ekonomi yang menyulitkan perencanaan masa depan.

Negara yang mengalami hiperinflasi rentan mengalami kekacauan ekonomi dan sosial, serta terganggunya kegiatan bisnis dan investasi.

Maka itu, hiperinflasi dianggap sebagai suatu kondisi yang sangat berbahaya dan harus segera diatasi dengan kebijakan yang tepat.

Itulah sedikit penjelasan tentang hiperinflasi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini rangkuman tentang hiperinflasi yang bisa menambah ilmu atau wawasan, Selasa (27/2/2024).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Penyebab Hiperinflasi

  • Depresi Ekonomi

Defisit anggaran pemerintah yang diatasi oleh pemerintah dengan mencetak uang baru akan menyebabkan jumlah uang beredar di masyarakat makin banyak sehingga memicu terjadinya hiperinflasi.

Tingkat harga mengalami kenaikan, tetapi nilai uang mengalami penurunan. Masyarakat memiliki banyak uang, tetapi justru daya belinya menurun, sebab nilai uang yang dimiliki tak sesuai dengan tingkat harga komoditas yang ada di negara tersebut.

  • Perang

Adanya perang dapat berdampak negatif terhadap keadaan ekonomi suatu negara. Ini terjadi karena pemerintah cenderung fokus pada perang dan mengabaikan faktor ekonomi dan produksi.

Selain itu, pengeluaran perang tentunya tidak sedikit. Hal ini berdampak pada penurunan produktivitas di sektor riil yang berpengaruh besar terhadap pendapatan nasional.

  • Kondisi Sosial Politik yang Buruk

Buruknya hubungan masyarakat dan pemerintah, maupun adanya perdebatan dalam bidang sosial politik dapat memicu terjadinya konflik internal yang mungkin mengakibatkan kerusakan infrastruktur atau fasilitas umum.

Apabila konflik tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bisa menghambat perekenomian negara dan menimbulkan hiperinflasi.

3 dari 4 halaman

Tahap Menjelang Hiperinflasi

  • Utang yang Besar

Negara memiliki utang dalam jumlah besar, baik utang swasta, publik, maupun keduanya. Sebagian atau sebagian besar utang tersebut didenominasikan dalam mata uang asing yang mungkin disebabkan oleh adanya defisit perdagangan jangka panjang atau membiayai perang.

  • Krisis dalam Negeri

Terjadi krisis ekonomi, politik atau keuangan yang merusak kapasitas produktif negara sehingga pendapatan pajak pemerintah turun dan defisit fiskal melebar tajam.

Hal tersebut mengakibatkan nilai tukar mata uang negara menjadi turun relatif terhadap mata uang negara lain (USD) dan inflasi mulai meningkat.

  • Banyak Uang yang Beredar

Pemerintah mencetak uang melalui bank sentral untuk mengatasi krisis ekonomi yang ada dan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

  • Nilai Mata Uang Hancur

Ketika pencetakan uang menjadi dikenal luas, sisa-sisa kepercayaan terakhir ke pemerintah hancur. Nilai tukar mata uang runtuh dan hiperinflasi mulai terjadi.

4 dari 4 halaman

Pengaruh Hiperinflasi

Seperti penjelasan sebelumnya, kondisi harga barang akan naik dan nilai mata uang turun drastis. Situasi ini juga akan menyebabkan pendapatan yang terus menurun dari berbagai tenaga kerja.

Nilai mata uang yang menurun akan mengakibatkan masyarakat menjadi tidak berani menyimpan uang pada lembaga keuangan. Tentu saja, hal ini akan menyebabkan terjadinya kebangkrutan untuk lembaga tersebut.

Pengaruh hiperinflasi lainnya bisa membuat operasi ekspor impor menjadi terkendala karena mahalnya harga bahan baku dan barang impor. Hal tersebut akan membuat laju pertumbuhan bisnis terhambat dan jumlah pengangguran makin meningkat.

 

Yuk, baca artikel edukasi lainnya dengan mengeklik tautan ini.

Video Populer

Foto Populer