5 Pembalap F1 Bergaji Tertinggi pada 2026: Max Verstappen Masih Paling Tajir, Lewis Hamilton Membuntuti

Lantas, siapa-siapa saja pembalap F1 yang bergaji sangat tinggi tahun ini?

Bola.com, Jakarta - Tak hanya di sepak bola, bola basket, dan olahraga populer lainnya, Formula Satu (F1) juga merupakan hajatan yang sangat menggiurkan bagi para pembalap.

Di pentas ini, sejumlah pembalap mengantongi bayaran yang sangat fantastis. Tiga di antaranya adalah Lewis Hamilton, Max Verstappen, dan Lando Norris.

Ketiganya, bukan rahasia lagi, tak cuma dimanjakan dengan gaji selangit melainkan juga bonus.

Kesuksesan yang kini diraih para pembalap tak jatuh begitu saja dari atap langit-langit sirkuit, melainkan via kerja keras bertahun-tahun. Kegagalan, juga kesabaran, membuat mereka menjadi sosok yang matang dalam pacuan yang mendebarkan.

Di olahraga ini, ada istilah: Semakin baik Anda mengemudi, maka Anda akan mendapatkan bayaran lebih.

Lantas, siapa-siapa saja pembalap F1 yang bergaji sangat tinggi tahun ini? Dilansir Give Me Sport, setidakanya ada 22 pembalap yang masuk daftar, di mana lima di antaranya yang teratas.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

5. Charles Leclerc: Rp507 Miliar

Tahun lalu menjadi musim yang penuh dengan kemungkinan yang nyaris terwujud bagi Leclerc, karena ia kembali gagal meraih kemenangan untuk keempat kalinya dalam enam tahun terakhir. Meski begitu, ia masih mampu naik podium sebanyak tujuh kali.

Banyak orang memperkirakan Ferrari akan tampil lebih baik pada musim 2026 berkat regulasi baru, dan mungkin pembalap asal Monako itu bisa mengubah finis podium menjadi kemenangan.

Meski demikian, ia tetap menjadi pembalap dengan bayaran tertinggi kelima di grid, sehingga situasinya tidak sepenuhnya buruk bagi andalan Ferrari tersebut.  

 

4. Oscar Piastri: Rp633,7 Miliar

Pembalap asal Australia itu tentu berharap bisa menutup musim dengan hasil yang lebih baik setelah sempat memegang kendali untuk sebagian besar musim. Namun, ia akhirnya kehilangan momentum dalam beberapa bulan terakhir.

Meski begitu, Piastri kini telah menunjukkan mampu bersaing memperebutkan gelar juara jika mendapatkan mobil yang tepat serta strategi yang mendukung. Banyak pihak memprediksi ia akan berada di papan atas pada akhir musim Desember 2026, dengan McLaren kembali diperkirakan menjadi tim yang dominan.

Sebagian besar penghasilan Piastri sebenarnya berasal dari bonus performa, dengan gaji pokok sekitar $10 juta (Rp169 miliar) yang kemudian melonjak berkat bonus sebesar $27,5 juta (Rp464,7 miliar).   

 

3. Lando Norris: Rp971,8 Miliar

Banyak orang sebenarnya sudah mengetahui bahwa Norris memiliki bakat untuk bersaing dengan para pembalap terbaik di olahraga ini. Namun, sebagian masih meragukan temperamen serta cara ia menghadapi situasi ketika segalanya tidak berjalan sesuai harapan.

Dengan menjadi juara dunia sekaligus membantu McLaren meraih gelar Konstruktor, pembalap asal Inggris tersebut memperoleh bonus lebih dari dua kali lipat gaji pokoknya dari musim 2025.   

Gaji tetap sebesar $18 juta (Rp304,2 miliar) meningkat drastis berkat bonus senilai $39,5 juta (Rp667,6 miliar).   

 

2. Lewis Hamilton: Rp1,19 Triliun

Tahun pertama Hamilton bersama Ferrari tidak berjalan sesuai keinginannya atau para penggemarnya, dengan keluhan sepanjang tahun tentang mobilnya yang sulit dikendalikan.

Pembalap Inggris itu juga tidak meraih kemenangan untuk ketiga kalinya dalam karier F1. Ini juga merupakan tahun pertama kalinya ia tidak naik podium.

Terlepas dari penampilan buruk di lintasan, Hamilton menghasilkan banyak uang darinya, yang sebagian besar, tidak mengherankan, berasal dari gaji pokoknya sebesar $70 juta (Rp1,19 triliun).  

 

1. Max Verstappen: Rp1,28 Triliun

Verstappen hanya terpaut satu posisi dari menyelesaikan salah satu comeback terbaik dalam sejarah motorsport. Untuk sebagian besar musim, ia bahkan tidak masuk dalam perbincangan perebutan gelar juara dunia pembalap, namun hampir saja merebutnya dari McLaren pada balapan penutup di Abu Dhabi.

Meski begitu, musim tersebut tetap menjadi tahun yang luar biasa bagi pembalap asal Belanda itu, terutama karena pada awal musim ekspektasi terhadapnya tidak terlalu tinggi. Namun, ia tentu tetap merasa kecewa karena nyaris gagal meraih satu lagi gelar juara dunia.

Di sisi lain, gaji sebesar $65 juta (Rp1,09 triliun) ditambah bonus senilai $11 juta (Rp185,9 miliar) kemungkinan bisa sedikit menghiburnya, karena sekali lagi ia menjadi pembalap dengan bayaran tertinggi di grid.

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer