Imam Sudjarwo Paparkan Aturan Salary Cap Proliga Musim Depan: Demi Klub, Atlet, dan Masa Depan Kompetisi

PBVSI mulai mempersiapkan penerapan aturan salary cap dan pembatasan peminjaman pemain untuk Proliga 2027.

Bola.com, Jakarta - PBVSI mulai mempersiapkan penerapan aturan salary cap dan pembatasan peminjaman pemain untuk Proliga 2027.

Kebijakan itu disebut sebagai langkah menjaga keberlangsungan kompetisi sekaligus memperluas kesempatan bagi klub dan atlet untuk berpartisipasi.

Ketua PBVSI, Imam Sudjarwo, menjelaskan rencana tersebut sebenarnya sudah dibahas sejak beberapa tahun terakhir. Kini, PBVSI memutuskan untuk menyosialisasikannya secara terbuka kepada publik melalui media.

"Ini akan saya sampaikan tentang salary cap. Tentang bagaimana peminjaman atlet dan bagaimana sistem honor atau penggajian bagi atlet, baik itu atlet nasional maupun atlet internasional," ujar Imam di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto Sentul, Kabupaten Bogor, Selasa (2/6/2026).

 

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Persaingan Lebih Merata

Menurut Imam, evaluasi yang dilakukan PBVSI menunjukkan jumlah peserta Proliga terus mengalami penurunan dalam beberapa musim terakhir. Kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian agar kompetisi kasta tertinggi bola voli Indonesia itu tetap berjalan dengan sehat.

Dia mencontohkan Proliga 2026 yang hanya diikuti lima tim putra, termasuk Jakarta LavAni Livin' Trans Media, Jakarta Bhayangkara Presisi, dan Surabaya Samator.

Untuk melengkapi jumlah peserta, PBVSI mengikutsertakan Garuda Jaya dan Medan Falcons Tirtga Bagasasi yang dibentuk Emtek Group.

Imam menilai aturan salary cap dan peminjaman pemain dapat membantu menciptakan persaingan yang lebih merata. Dengan begitu, klub-klub yang memiliki kemampuan finansial menengah diharapkan tetap mampu bersaing dan berpartisipasi di Proliga.

"Nah, harapannya dengan ada pengaturan transfer pemain dan salary cap ini supaya eksistensi daripada Proliga itu masih bisa berjalan ke depan, tidak berhenti," ucap Imam.

Tetap Jadi Sumber Mata Pencaharian

Selain menjaga keberlangsungan Proliga, PBVSI juga ingin memastikan para atlet tetap memiliki ruang untuk berkarier dan memperoleh pendapatan. Imam mengatakan Proliga memiliki peran penting sebagai sumber mata pencaharian bagi banyak pemain bola voli profesional di Indonesia.

"Yang kedua, supaya juga atlet ada mata pencahariannya, ada pendapatannya, karena Proliga itu lima bulan. Coba bayangkan kalau Proliga diberhentikan, kasihan mereka, atlet kita," ungkap Imam.

PBVSI juga melihat tidak adanya pembatasan gaji bisa membuat biaya operasional klub semakin tinggi. Akibatnya, hanya klub tertentu yang mampu merekrut pemain terbaik, sementara klub lain kesulitan mengikuti persaingan.

Imam menilai situasi tersebut dapat memicu penumpukan pemain-pemain senior dan berlabel Timnas Bola Voli Indonesia dalam satu tim. Jika dibiarkan, kondisi itu dikhawatirkan mengurangi minat klub lain untuk berpartisipasi karena merasa sulit bersaing.

"Kemudian, kalau tidak dibatasi seperti ini, nanti akan terjadi penumpukan pemain-pemain yang terbaik senior dalam satu klub, dalam satu tim. Sehingga yang lain tidak kebagian," tutur Imam.

Melalui regulasi baru tersebut, PBVSI menargetkan jumlah peserta Proliga meningkat menjadi delapan tim putra dan delapan tim putri. Harapannya, kompetisi menjadi lebih kompetitif dan memberikan lebih banyak kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang.

Detail Salary Cap

Sementara itu, Ketua Bidang Kompetisi PBVSI, Reginald C. Nelwan, memaparkan perincian aturan yang tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum PP-PBVSI Nomor 24/Skep/PP-PBVSI/V/2026 tentang Peraturan Peminjaman Pemain dan Batas Maksimum Gaji atau Salary Cap Kompetisi Proliga.

Dalam aturan tersebut, kontrak pemain nasional binaan klub dibatasi maksimal Rp100 juta per pemain per musim. Untuk pemain nasional akademi ditetapkan maksimal Rp75 juta, pemain non-nasional binaan klub Rp50 juta, dan pemain non-nasional akademi Rp25 juta per pemain.

PBVSI juga menetapkan batas total gaji pemain lokal dalam satu klub sebesar Rp600 juta per bulan untuk 12 pemain. Sementara itu, total gaji dua pemain asing dalam satu tim dibatasi maksimal 40 ribu dolar AS (Rp713 juta) per bulan, dengan masing-masing pemain tidak boleh menerima lebih dari 20 ribu dolar AS (Rp356 juta) per bulan.

Selain itu, klub yang melanggar ketentuan salary cap maupun batas peminjaman pemain akan dikenai sanksi berupa denda. Klub yang belum menyelesaikan pembayaran denda juga tidak diperkenankan memainkan pemain yang terkait dalam Proliga.

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer