PATRIN Buka Suara Soal Kabar Atlet Tunarungu Galang Dana untuk Turnamen Internasional

Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) merespons kabar atlet yang menggalang dana mandiri untuk mengikuti ajang olahraga internasional.

Bola.com, Jakarta - Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) memberikan klarifikasi terkait informasi mengenai atlet tunarungu Indonesia yang dikabarkan harus melakukan penggalangan donasi masyarakat. Dana tersebut disebut-sebut untuk membiayai keikutsertaan mereka dalam ajang olahraga internasional.

Melalui akun media sosial resminya, PATRIN menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak mengetahui adanya aksi penggalangan dana tersebut. Mereka juga memastikan tidak pernah menerima koordinasi resmi terkait rencana pengumpulan donasi yang beredar di masyarakat.

Sebagai lembaga yang menaungi pembinaan dan pengembangan olahraga atlet tunarungu, PATRIN menjelaskan mekanisme pengiriman atlet selama ini. Proses tersebut selalu ditempuh melalui koordinasi resmi dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).

"Terkait adanya informasi bahwa atlet tunarungu harus melakukan penggalangan donasi dari masyarakat, PATRIN sebagai organisasi yang menaungi olahraga atlet tunarungu Indonesia menyatakan bahwa kami tidak mengetahui dan tidak menerima koordinasi resmi terkait hal tersebut," tulis pernyataan resmi PATRIN.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Langkah Investigasi dan Koordinasi Lanjutan

Menanggapi persoalan ini, PATRIN berkomitmen untuk menelusuri duduk perkara tersebut. Mereka akan segera melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan kejelasan mengenai mekanisme keberangkatan atlet yang disebut harus mencari dana secara mandiri.

PATRIN juga menegaskan bahwa hubungan mereka dengan NPCI selama ini terjalin dengan sangat baik. Koordinasi tersebut mencakup seluruh urusan pembinaan, pengiriman, hingga partisipasi kontingen atlet tunarungu Indonesia dalam berbagai kegiatan olahraga di kancah internasional.

"Kami akan melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut untuk memperoleh kejelasan mengenai bagaimana atlet-atlet tersebut dapat dikirim tanpa koordinasi resmi kepada PATRIN, NPCI, dan Kemenpora," lanjut pihak PATRIN. Mereka menekankan bahwa masalah ini harus diselesaikan secara transparan, terkoordinasi, dan profesional demi menjaga masa depan para atlet.

Legitimasi PATRIN di Kancah Internasional

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat PATRIN, yakni Ketua Umum PATRIN Pusat Dimyati Hakim bersama Wakil Sekretaris Jenderal DPP PATRIN Agung Baghaskoro. Agung menegaskan bahwa organisasi mereka memiliki legalitas yang kuat.

Di tingkat internasional, organisasi ini dikenal dengan nama IADA (Indonesian Association of the Deaf Athlete). Mereka merupakan satu-satunya lembaga di Indonesia yang diakui oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) sebagai otoritas yang menaungi olahraga tunarungu.

“Kami tegaskan, PATRIN atau IADA di internasional adalah organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui oleh ICSD. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Dimyati Hakim, kami memiliki legitimasi untuk menaungi, membina, dan mengirimkan atlet tunarungu Indonesia ke ajang resmi internasional,” tegas Agung.

Dalam kesempatan tersebut, PATRIN juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora atas dukungan yang diberikan selama ini. Mereka berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar para atlet tunarungu tetap memiliki kesempatan meraih prestasi, baik di level nasional maupun internasional.

Video Populer

Foto Populer