Umur Sudah 43 Tahun, Rivaldo Emoh Pensiun Jadi Pemain

oleh Deny Adi Prabowo diperbarui 23 Jun 2015, 23:16 WIB
TURUN LAGI - Mengapa Rivaldo ingin kembali berain sepak bola lagi? (DON EMMERT / AFP)

Bola.com, Sao Paulo - Legenda sepak bola Brasil, Rivaldo mengaku siap untuk kembali bermain di level sepak bola profesional di umurnya yang sudah mencapai 43 tahun. Hal ini dilakukan untuk menolong sebuah klub bernama Mogi Mirim yang bermain di Liga Brasil. Sang striker memberi penegasan kalau ia emoh pensiun dalam waktu dekat.

Rivaldo yang memenangkan Piala Dunia bersama negaranya pada 2002 silam, pensiun pada Maret 2014 pasca membela klub-klub papan atas dunia seperti Barcelona dan AC Milan. Namun Rivaldo yang berstatus sebagai presiden Mogi Mirim mulai berlatih dengan tim yang berposisi sebagai juru kunci di Serie B Brasil, Senin (22/6) waktu setempat.

Advertisement

"Setelah menimbang dan menganalisa pro dan kontranya, saya memutuskan untuk bergabung dengan Mogi Mirim. Saya percaya berlatih secara harian bersama tim dan pengalaman yang saya punya bisa membantu tim keluar dari momen-momen sulit ini."

"Saya tahu kalau sekali lagi saya akan mengorbankan waktu bertemu dengan keluarga demi kesuksesan klub ini. Namun saya berharap bisa melihat tim ini dalam posisi yang lebih terhormat di kompetisi," demikian pernyataan Rivaldo seperti dirilis situs resmi klub.

Sepanjang kariernya, Rivaldo telah mengemas 74 penampilan dan mencetak 34 gol selama membela negaranya. Sementara itu, di level klub pria yang mengawali kariernya bersama Santa Cruz itu telah tampil sebanyak 505 pertandingan dan membobol lawan 245 kali.

"Namun saya ingin menegaskan kalau saya tidak akan bermain secara reguler tapi status saya di sini adalah seorang atlet dengan kontrak khusus. Saya ingin menolong para pemain dan klub. Saya berhenti bermain 15 bulan yang lalu dan jika lutut saya tak apa-apa, maka saya akan turun bermain," tutup Rivaldo.

Baca Juga:

Neymar Minta Maaf

Neymar Sedih Saksikan Brasil di Copa America dari Bangku Penonton

Bek Paraguay: Tanpa Neymar, Brasil Tetap Berbahaya