Kalau Penonton Sepi Lagi, Manajemen Arema Kian Merugi

oleh Iwan SetiawanWiwig Prayugi diperbarui 19 Sep 2015, 11:01 WIB
Jumlah Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan di penyisihan Piala Presiden cenderung sepi. (Bola.com/Kevin Setiawan)

Bola.com, Malang - Manajemen Arema Cronus menghadapi tantangan berat di Piala Presiden 2015. Tak hanya target juara, tapi juga dari sisi bisnis tiket. Selama babak penyisihan, pemasukan tiket di Stadion Kanjuruhan tak sesuai dengan target. Manajemen Tim Singo Edan pun menanggung kerugian karena penonton yang datang ke stadion relatif sepi tidak seperti biasanya.

Pendapatan terbesar Singo Edan di tiga pertandingan adalah saat menghadapi Sriwijaya FC, yakni mencapai 500 juta rupiah. Jumlah itu didapat dari sekitar 16 ribu tiket yang terjual, dengan harga 25 ribu untuk ekonomi, 100 ribu VIP, dan 150 ribu tiket VVIP.

Advertisement

Nominal 500 juta terhitung kecil bagi Arema, yang biasanya mengantongi minimal 800 juta di laga-laga besar ISL. Malah, pada uji coba melawan Persib Bandung, saat Arema merayakan ulang tahun ke-28, 11 Agustus 2015, panpel mendapat pemasukan 900 juta dengan harga tiket sama.

“Karakter penonton di Malang masih memperhitungkan siapa lawan Arema. Bila tim besar, penonton pasti membludak,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

Pada babak penyisihan, saat menghadapi PSGC Ciamis dan Persela Lamongan, jumlah penonton di Kanjuruhan tidak menembus 10 ribu. Untuk pertandingan perempat final, panpel sengaja tidak menaikan harga tiket supaya suporter dan masyarakat Malang memenuhi stadion. Peluang Kanjuruhan penuh di laga Arema vs Bali United cukup besar karena digelar pada Sabtu (19/9/2015) malam.

“Manajemen memperjuangkan agar harga tiket tidak naik, semoga malam nanti stadion akan penuh. Kami prediksikan bisa, melihat lawan yang dihadapi adalah Bali United,” lanjutnya.

Pertaruhan Arema tak hanya soal pemasukan. Diakui Sudarmaji, Aremania merupakan ‘nyawa’ bagi pemain. Beberapa pemain mengaku bisa tampil beringas bila Kanjuruhan membiru. Selain itu, usut punya usut, pemain akan mendapatkan bonus bila stadion penuh. Untuk jumlahnya, Sudarmaji tidak menyebut. Tapi hal itu sudah menjadi tradisi Arema.

“Jadi tidak hanya masalah pemasukan untuk panpel, tapi juga dukungan moril untuk pemain, sekaligus bonus khusus mereka,” jelasnya.

Pemain Arema mengaku ada yang hilang bila Kanjuruhan sepi penonton. “Rasanya berbeda bila ribuan orang bernyanyi untuk kami,” kata Samsul Arif, striker Arema.

Manajemen berharap adanya siaran langsung televisi di laga perempat final tak melunturkan semangat Aremania dan masyarakat. Untuk laga nanti, panpel mencetak 40 ribu tiket. Sebanyak 5.000 tiket disiapkan untuk suporter Bali United.

“Momennya pas, malam Minggu dan babak perempat final. Semoga target panpel tercapai,” tegas Sudarmaji.

Jumlah penonton dan kerugian Arema Cronus di babak penyisihan Piala Presiden:

Arema vs Persela: 6879 penonton (panpel rugi Rp 70 juta)            

Arema vs PSGC: 8.875 (panpel rugi Ro 40 juta)

Arema vs Sriwijaya FC 16.076 penonton           

Baca Juga:

Djoko Susilo: Arema Kehilangan Karakter Permainan!

Bali United Rileks Menjelang Duel di Kanjuruhan

Indra Sjafri Sudah Kantongi Kelemahan Arema Cronus