Lagi, Tim Sulsel Ribut dengan Tim asal Kaltim di Stadion AMM

oleh Abdi Satria diperbarui 27 Sep 2015, 20:41 WIB
Edy Simon Baddawi, pelatih Pra PON Kaltim memberi intruksi kepada skuatnya saat uji coba melawan Pra Pon Sulsel di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Minggu (27/9) petang

Bola.com, Makassar - Keributan antarpemain PSM Makassar dengan pemain yang membela tim asal Kalimantan Timur nyaris terulang saat tim Pra PON Sulsel beruji coba dengan PON Kaltim di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Minggu (27/9/2015) petang.

Tiga menit sebelum waktu normal berakhir, pemain kedua tim terlibat adu mulut dan saling dorong. Pemain Kaltim tidak terima dengan permainan keras yang cenderung kasar yang diperlihatkan pemain Sulsel sepanjang pertandingan.

Advertisement

Pada Sabtu (26/9/2015), Stadion AMM juga panas menyusul keributan pemain PSM dengan skuat Mitra Kukar di pertemuan perempat final Piala Presiden. Mitra Kukar merupakan klub yang bermarkas di Tenggarong, Kaltim.

Pelatih tim Pra Pon Kaltim, Eddy Simon Baddawi, memutuskan menarik keluar pemainnya sebelum tensi keributan semakin tinggi. "Kami sebenarnya sudah menolak tampil menyusul keributan antara PSM dengan Pusamania Borneo FC. Bukan takut, kami cuma ingin menghindari saja," ungkap Eddy.

Menurut Eddy, kalau pun dirinya menerima permohonan Sulsel untuk beruji coba, semata karena ingin menolong tuan rumah yang akan bertarung di Kualifikasi PON 2016 Jabar Grup A zona Sulawesi melawan Sulbar dan Sultra. "Tapi, sepanjang pertandingan pemain saya terus dikasari. Wasit pun terkesan membiarkannya," katanya.

Dalam catatan eks pelatih Persiba Balikpapan ini, sedikitnya tiga pelanggaran kasar tuan rumah yang harus berbuah kartu merah. Kalau pun ada kartu merah yang dikeluarkan wasit Ahmadi Jafri kepada striker Sulsel, Erland Adiyanti, karena terlihat agresif saat terjadi keributan antarpemain.

Saat pertandingan dihentikan, Sulsel sementara unggul 1-0 lewat gol penalti Ahmad Hisyam Tolle. "Saya juga bingung, pelanggaran apa yang dilakukan pemain kami sehingga Sulsel mendapat penalti," ujar Eddy.

Meski timnya kalah, Eddy mengaku puas dengan penampilan pemainnya yang tidak terpancing provokasi pemain tuan rumah. Apalagi, timnya memang tampil tanpa kekuatan penuh. Ada lima pemain andalannya tidak bisa bergabung yakni Terens Puhiri, Arpani, Yogi Rahadian, Rudolf Yanto Basna (Pusamania Borneo FC) dan Yudha (Persiba Balikpapan). Sebagai juara PON 2012 Riau, Kaltim mendapat keistimewaan lolos otomatis ke PON 2016 Jawa Barat.

Di phak lain, Pelatih Sulsel, Riono Asnan, mengaku timnya masih menyimpan kelemahan dalam penyelesaian akhir. "Kami mendapat banyak peluang, tapi hanya satu jadi gol. Itu pun lewat penalti. Tapi, bagi saya ini wajar karena kami baru melakukan persiapan satu bulan," ungkap eks pelatih Persijap Jepara itu.

Riono enggan mengomentari penampilan pemainnya yang cenderung emosional. "Nantilah saya dan manajer akan berbicara dengan pemain," katanya singkat.

Baca Juga :

5 Pemain Datang dari Markas TNI Bikin Pra PON Jateng Makin Kuat

Tim Pra PON Sumbar Tunggu Pemain Semen Padang Bergabung

Alasan Evan Dimas Merasa Tidak Nyaman Membela Pra PON Jatim