SFC Ungkap Kasus Lama Wasit Jerry, Bonek FC Dinilai Berlebihan

oleh Riskha Prasetya diperbarui 29 Sep 2015, 16:00 WIB
Duel Sriwijaya FC vs Persebaya "Bonek FC" United diakhiri dengan aksi mundurnya tim tamu. (Bola.com/Riskha Prasetya)

Bola.com, Palembang- Wasit Jerry Elly menjadi sorotan usai laga Sriwijaya FC melawan Bonek FC di leg kedua babak perempat final Piala Presiden 2015. Pasalnya, wasit asal Bogor ini diprotes keras oleh tim tamu dan akhirnya berujung aksi WO dari Bonek FC.

Pihak Mahaka Sports and Entertainment merasa kecewa dengan keputusan manajemen Bonek FC. Sekjen Piala Presiden, Cahyadi Wanda mengatakan, aksi Bonek FC itu menunjukkan sikap tidak dewasa.

Advertisement

“Seharusnya Bonek FC dewasa dan tetap menjalankan pertandingan. Di pertandingan lain tensi juga sangat tinggi tapi mereka tetap berjuangn 90 menit,” kata dia.

Bicara soal keputusan wasit, Sriwijaya FC juga meragukan kepemimpinan Jerry, sebelum pertandingan itu. Sriwijaya FC memiliki trauma dengan Jerry. Ceritanya, di kompetisi Indonesian Super League 2013-2014, SFC yang saat itu dilatih oleh Subangkit pernah melakukan protes ke PT Liga Indonesia dan PSSI karena ketidakpuasaan terhadap kepemimpinan Jerry.

Hal tersebut terjadi usai laga Sriwijaya FC melawan Barito Putera yang digelar di stadion Demang Lehman, Minggu (1/6/2014). Dalam laga yang berakhir tanpa gol tersebut, Jerry dianggap melakukan standar ganda dan merugikan Asri Akbar dkk.

“Ongfiang dianggap menyikut saat akan melindungi bola, padahal saat itu penguasaan bola oleh SFC. Sementara wasit tidak mengeluarkan kartu atau peringatan sekalipun saat Lancine Kone dilanggar oleh Joko Ribowo, kiper Barito Putera,” ujar dokter tim SFC, Viktor Andryanto ketika itu.

Akibat sikutan oleh kiper Laskar Antasari tersebut, Kone harus bermain dengan enam jahitan sejak menit 37 babak pertama. “Ada enam jahitan, yakni tiga di bagian bibir bagian dalam serta tiga di bagian bibir luar. Namun karena tidak rapi maka lepas di babak kedua,” jelasnya.

Usai pertandingan, pemain asal Pantai Gading tersebut langsung dilarikan ke RS Banjar Baru untuk mendapat perawatan lanjutan. Usai laga, manajemen Sriwijaya FC mengirimkan surat ke PT Liga Indonesia yang isinya mempertanyakan hal tersebut. Apalagi ketika itu, publik sepak bola di tanah air baru saja mengalami kabar duka setelah meninggalnya pemain Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz usai mengalami benturan di sebuah pertandingan.

Manajer SFC, Robert Heri mengaku bahwa pihaknya selama ini sangat menghormati keputusan wasit di lapangan. Apa yang dialami Bonek FC tak seberapa bila dibandingkan dengan kasus-kasus yang lain.

“Tidak ada ceritanya pergantian wasit di lapangan, keputusannya pun mutlak. Sekalipun ada kejadian di lapangan, namun SFC selama ini selalu menghormati pertandingan itu sendiri. Apapun hasil usai 90 menit harus kita terima, tapi kami pastikan pemain kami harus berjuang terlebih dulu,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, Bonek FC mengaku siap buka-bukaan apabila Mahaka memberi sanksi. Alasan lain selain kecewa keputusan wasit adalah faktor kabut asap yang tidak menjadi perhatian panpel Sriwijaya FC.

“Sudah sejak awal kami mempertanyakan kondisi Palembang, tapi tidak ada jawaban yang jelas disertai dengan data dari pihak terkait,” keluh Ibnu Grahan, pelatih Bonek FC.

Baca Juga:

Usai Kalah WO, Pemain Bonek FC Kemalingan di Pesawat

Ilham Udin Armaiyn: Kalah WO Sudah Jadi Risiko Kami

Ungkap Rekam Jejak Wasit, Bonek FC: "Firasat Kami Tak Salah"