"Berapa Lama Sriwijaya FC Mampu Menahan Serangan Persib?"

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 14 Okt 2015, 07:00 WIB
Hanafing menyanjung Sriwijaya FC, tetapi menilai Persib lebih layak ke final Piala Presiden. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Surabaya - Tiket tampil di final Piala Presiden 2015 sudah dimiliki Persib Bandung dan Sriwijaya FC. Keduanya lolos dengan agregat yang sama (3-2) atas lawan masing-masing. Persib menyingkirkan Mitra Kukar usai memenangi leg kedua semifinal dengan skor 3-1 (0-1). Sementara Sriwijaya FC mengalahkan Arema Cronus dengan skor 2-1 (1-1).

Di luar perjalanan kedua tim yang berbeda, menyusul kemenangan WO Sriwijaya FC atas Bonek FC di leg kedua perempat final, di mata eks pelatih PSM yang kini menangani tim Pra PON Jatim, Hanafing, keduanya memang pantas melaju ke final.

Advertisement

Bagi Hanafing, Persib dan Sriwijaya FC menunjukkan konsistensi permainan sejak babak penyisihan. Bedanya, Persib cenderung menampilkan permainan agresif di setiap pertandingan sementara Sriwijaya FC lebih mengedepankan efektivitas dalam bermain.

Namun bila bicara soal kelayakan menembus partai final, Hanafing lebih memilih Persib. Tim berjulukan Pangeran Biru itu dianggap memiliki semua syarat untuk tampil di final. "Bukannya Sriwijaya FC tidak layak, tapi jika melihat perjalanan Persib menunju final, penampilan mereka nyaris sempurna," tutur Hanafing.

Kekalahan 1-2 dari Pusam Borneo FC di pertandingan pertama perempat final dan 0-1 dari Mitra Kukar di pertemuan pertama semifinal memang menjadi catatan buruk Atep dkk. sepanjang turnamen garapan Mahaka Sports and Entertainment itu berlangsung.

Kendati kalah di dua laga itu, Hanafing melihat Persib tetap menunjukkan kualitas karena dalam dua laga tersebut mereka menunjukkan perlawanan yang sangat gigih.

Berbeda dengan Sriwijaya saat tumbang 1-3 dari Arema di babak penyisihan Grup B lalu. Kala itu, Hanafing menilai Sriwijaya FC bermain buruk. Bahkan Hanafing menganggap Sriwijaya FC mendapat hadiah ketika Bonek FC memilih mundur. "Mungkin ceritanya akan berbeda kalau Bonek FC tidak mundur," ujar pelatih tim Pra PON Jatim ini.

Terlepas dari analisis itu, Hanafing memuji penampilan Sriwijaya FC saat mengalahkan Arema Cronus di pertemuan kedua semifinal. Efektivitas permainan Sriwijaya FC dianggap sangat luar biasa mengingat gempuran yang dilakukan Arema sepanjang pertandingan.

"Mereka bermain sangat baik, terutama saat kehilangan bola dan ketika melakukan serangan balik," sanjung Hanafing.
Bila melihat penampilan kedua tim di pertandingan terakhir yang mereka jalani, Hanafing yakin partai final bakal berlangsung ketat.

"Kalau penampilan Sriwijaya FC seperti di leg kedua semifinal, saya rasa tak mudah bagi Persib. Pertanyaannya, seberapa lama Sriwijaya FC mampu menahan serangan Persib? Karena tim itu memiliki pemain-pemain yang kreatif dalam membongkar pertahanan rapat sekali pun," ujar Hanafing.

Baca Juga :

Statistik Gemilang Sriwijaya FC Saat Menyingkirkan Arema Cronus

Djanur Lebih Khawatirkan Keamanan Bobotoh daripada Skuat Persib

Ini yang Bikin Pelatih Pra PON Jatim Sesumbar Lolos ke PON 2016