Mirip Indonesia, Vietnam Pecat Pelatih karena Latihan Fisik Keras

oleh Aning Jati diperbarui 29 Jan 2016, 22:12 WIB
Toshiya Miura dipecat Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) setelah mendapat keluhan dari klub dan pemain. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Hanoi - Kiprah pelatih asal Jepang, Toshiya Miura, di kursi pelatih kepala timnas senior dan timnas U-23 Vietnam berakhir sudah. Keputusan menyudahi jalinan kerja sama sejak Mei 2014 itu diambil lebih dari separuh anggota Komite Eksekutif Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) dalam sebuah pertemuan di Ho Chi Minh pada Kamis (28/1/2016).

Miura diberhentikan lebih dini, dua bulan sebelum kontrak resminya berakhir, dengan beberapa pertimbangan. Namun, ada dua hal utama yang jadi alasan pemecatan itu.

Yang pertama adalah permainan buruk yang diukir timnas U-23 Vietnam di Piala AFC U-23 sekaligus kualifikasi Olimpiade Rio 2016 di Doha, Qatar. Pada turnamen yang berlangsung medio Januari ini, Vietnam jadi juru kunci Grup D tanpa mengemas satu poin pun.

Sebelum berangkat ke Doha, VFF juga publik Vietnam sudah mengkritisi gaya kepelatihan Miura selama beberapa waktu terakhir, meski di masa awal kiprah melatihnya di Vietnam, pelatih berusia 55 tahun itu terbilang sukses.

Miura mampu membawa Vietnam ke semifinal Piala AFF 2014, mengantar timnas U-23 meraih medali perunggu SEA Games 2015, serta melaju ke 16 besar Asian Games 2014.

Namun belakangan, VFF menilai di tangan Miura, timnas mereka tidak memiliki formasi pasti. Pelatih berusia 55 tahun itu dianggap selalu 'coba-coba' dengan memainkan formasi anyar di setiap pertandingan yang dijalani baik timnas senior maupun level U-23.

Alasan lain pemecatan adalah adanya keluhan dari klub dan pemain terkait metode kepelatihan yang diterapkan Miura. Miura dianggap lebih suka menerapkan permainan keras daripada menunjukkan permainan indah yang dihasilkan dari skill pemain.

Untuk mewujudkan gaya permainan keras itu, para pemain ditempa dalam latihan fisik yang keras.

Advertisement

Seperti dikutip di Reuters, Kamis (28/1/2016), sejumlah media lokal menuliskan keluhan beberapa klub yang pemainnya masuk dalam pemusatan latihan, menderita cedera dan mengalami kelelahan luar biasa sekembalinya ke klub seusai menjalankan tugas negara di bawah kepelatihan Miura.

"Melalui diskusi dan analisis, pertemuan sepakat bila taktik yang diterapkan di timnas senior dan timnas U-23 harus sesuai dengan ukuran dan kondisi fisik pemain pemain," demikian pernyataan VFF.

Dua pelatih lokal, yakni Le Huynh Duc dan Nguyen Huu Thang jadi kandidat pengganti mantan pelatih Ventforet Kofu dan Omiya Ardija ini. Sementara VFF juga harus membayar dua bulan gaji Miura sebagai kompensasi pemecatan.

Kejadian ini mengingatkan kondisi yang pernah terjadi di Timnas Indonesia pada era kepelatihan Luis Manuel Blanco, Maret 2013. Ketika itu sebagian besar pemain yang dipanggil menjalani pemusatan latihan Kualifikasi Piala Asia 2015 memilih mangkir pada sesi latihan sore seusai pelatih asal Argentina itu mencoret sebanyak 14 pemain latihan pagi.

Kabar yang beredar pemain merasa kelelahan luar biasa dengan metode latihan yang diterapkan Blanco saat latihan, padahal ketika itu para pemain baru saja bergabung dari klub di tengah jadwal kompetisi yang ketat.

Kiprah Blanco melatih Timnas Indonesia pun hanya seumur jagung karena ia kemudian diberhentikan oleh PSSI. Alhasil, Blanco hanya menjabat pelatih timnas senior Indonesia selama kurang lebih seminggu. Posisinya lantas digantikan duet Jacksen F. Tiago dan Rahmad Darmawan.