Pemain Persib Bicara soal Wacana Pencabutan SK Pembekuan PSSI

oleh Erwin Snaz diperbarui 27 Feb 2016, 07:00 WIB
Tony Sucipto (kiri) dan Dejan Antonic antusias dengan rencana pencabutan SK pembekuan PSSI oleh pemerintah. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Bandung - Para pemain Persib Bandung menyambut baik rencana pemerintah mencabut surat keputusan (SK) pembekuan PSSI. Bagi pemain tim Pangeran Biru, bila hal itu terealisasi, bisa kembali membuat sepak bola Indonesia berkiprah di dunia internasional. Tidak hanya itu, kompetisi pun kembali bergeliat di Tanah Air.

"Yang pasti bagus (pencabutan pembekuan PSSI) karena itu harapan semua pemain. Sejak adanya sanksi memang sebagai pemain sepak bola tak bisa apa-apa," ujar bek Persib, Tony Sucipto, di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung.

Tony menambahkan bila kompetisi ISL bergulir lagi, tentu akan masuk ke era sepak bola yang baru dan benar-benar menjadi hiburan rakyat tanpa ada embel-embel kepentingan.

Disinggung kemungkinan harus digelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI sebagai syarat yang ditetapkan pemerintah agar pembekuan dicabut, pemain bernomor punggung 6 ini memandang tidak mempermasalahkan jika itu untuk kebaikan sepak bola Indonesia.

Advertisement

"Jadi siapapun yang menjadi presiden PSSI baru, semoga bisa membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik. Ada jaminan kompetisi berjalan kembali seperti biasa, tidak hanya turnamen ke turnamen saja," paparnya.

"Yang diinginkan pemain kompetisi, bukan hanya turnamen, apalagi pemain muda yang masih panjang waktunya untuk meraih peluang membela timnas karena setiap pemain pasti punya kebanggaan ketika mendapat kepercayaan membela timnas," ujar Tony.

Pelatih Persib, Dejan Antonic, ikut antusias mendengar rencana pemerintah mencabut pembekuan PSSI. Ia berharap kejadian yang lalu bisa dilupakan dan mulai menata sepak bola Indonesia lebih baik.

"Puji Tuhan kalau semua akan jadi normal kembali karena kami semua sudah lelah dan ingin fokus menatap kompetisi. Bukan saya saja yang senang, tapi semua insan sepak bola di Indonesia pasti enjoy. Walau cukup berat karena sepak bola Indonesia sudah tertinggal dan harus cepat dipulihkan" ungkap Dejan.