Maria Sharapova Bisa Kehilangan Kontrak Iklan Rp 390 Miliar

oleh Oka Akhsan diperbarui 08 Mar 2016, 16:30 WIB
Maria Sharapova, kontrak sponsornya dengan beberapa merek terancam diputus setelah gagal tes doping di Australia Terbuka 2016. (USA Today Sports/ Reuters)

Bola.com, Jakarta - Kegagalan dalam tes doping di Australia Terbuka 2016 tak hanya berdampak negatif terhadap reputasi dan karier tenis Maria Sharapova. Petenis cantik asal Rusia itu juga terancam kehilangan banyak uang dari kontrak sponsor.

Menurut Forbes, Sharapova merupakan atlet wanita dengan pendapatan tertinggi dalam satu dekade terakhir. Pada 2015, Sharapova meraup 29,7 juta dolar AS (390 miliar rupiah). Mayoritas pemasukan eks petenis nomor satu dunia itu berasal dari kontrak jangka panjang dengan sponsor.

Advertisement

Sharapova punya ikatan dengan berbagai merek ternama dunia. Petenis berusia 28 tahun itu memiliki kontrak berdurasi delapan tahun dengan Nike senilai 70 juta dolar AS (919 miliar rupiah).

Selain itu, Bloomberg melaporkan Sharapova juga terikat lima tahun kontrak dengan Evian (air mineral) dan tiga tahun kontrak dengan Porsche (mobil). Merek lain yang juga menjadikan Sharapova sebagai duta produk mereka adalah Avon (kosmetik) dan Tag Heuer (jam).

Pendapatan lain Sharapova berasal dari bisnis utamanya, yaitu permen Sugarpova. Sharapova telah meneken kontrak dengan restoran yogurt beku, Pinkberry. Lewat kerja sama itu, permen Sugarpova akan tersedia sebagai salah satu topping yogurt di gerai-gerai Pinkberry.

Jika kontrak dengan sponsor diputus akibat kasus doping, Sharapova akan kehilangan sumber utama pendapatannya. Maklum, pemasukannya dari hadiah uang turnamen tenis tak sebesar dari iklan.

Pada 2014 saja, Sharapova cuma mengumpulkan 6,7 juta dolar AS (Rp 88 miliar). Padahal, pada tahun tersebut dia meraih gelar juara grand slam terakhirnya, yakni Prancis Terbuka 2014.

Jumlah itu dipastikan semakin berkurang pada 2015 karena Sharapova cuma mengikuti empat turnamen dalam delapan bulan akibat rentetan cedera.

Australia Terbuka 2016 menjadi ajang terakhir yang diikuti Sharapova. Apesnya, hadiah uang sebesar 298 ribu dolar AS (Rp3,9 miliar) hasil lolos ke perempat final di Melbourne juga terancam ditarik kembali.

Berdasarkan regulasi Federasi Tenis Internasional (ITF), petenis yang positif doping dalam sebuah turnamen secara otomatis akan didiskualifikasi. Apa yang diraih petenis tersebut, mulai dari medali, titel, poin ranking, sampai hadiah uang bakal dicabut. Sharapova pun akan mengalami hal yang sama.

 

Berita Terkait