Pemain Asing Bonyok, Sriwijaya FC Meradang ke Wasit

oleh Riskha Prasetya diperbarui 11 Mar 2016, 06:30 WIB
Wajah pemain asing Sriwijaya, Yu Hyun-koo, memar parah karena disikut penyerang Surabaya United, Emile Mbamba, dalam laga semifinal Piala Gubernur Kaltim pada Kamis (10/3/2016). (Bola.com/Riskha Prasetya)

Bola.com, Samarinda - Protes keras disuarakan Sriwijaya FC (SFC) terkait kepemimpinan wasit Nopendri yang memimpin laga Laskar Wong Kito melawan Surabaya United di Stadion Segiri, Samarinda, pada Kamis (10/3/2016) dalam laga kedua babak 6 besar Grup X turnamen Piala Gubernur Kaltim. Pengadil dituding sering tidak tegas memimpin pertandingan.

Wajah salah satu pemain asing mereka Yu Hyun-koo bonyok, menderita luka lebam cukup parah usai terkena sikut pemain Surabaya United, Emile Mbamba. Ironisnya wasit Nopendri tidak memberikan peringatan atau hukuman kartu kepada Mbamba terkait insiden tersebut.

Advertisement

“Seharusnya wasit melindungi pemain saat pertandingan. Dan ini bukan untuk pertama kalinya Sriwijaya FC dirugikan oleh Nopendri. Saat kami berjumpa Madura United di babak penyisihan Grup B yang dimainkan di Tenggarong, Firman Utina juga menjadi korban. Hingga saat ini tidak bisa bermain karena retak di bagian kaki kirinya usai dilanggar oleh Asep Berlian," tutur ujar sekretaris tim SFC, Achmad Haris.

Sama seperti insiden Yu Hyun-koo, pelanggaran Asep ke Firman juga luput dari pengamatan sang wasit. "Sangat menyedihkan Firman cedera parah dan wasit yang memimpin laga tidak memberikan hukuman apa-apa ke pelaku pelanggaran," cerita Achmad Haris dengan nada emosional.

Firman Utina mengalami cedera saat laga Sriwijaya FC melawan Madura United, Rabu (2/3/2016). (Bola.com/Riskha Prasetya)

Asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan secara blak-blakan menyebut kualitas wasit di turnamen Piala Gubernur Kaltim amat buruk. “Tadi pun gol lawan berasal dari pelanggaran yang bisa diperdebatkan. Alberto Goncalves dijatuhkan, namun lucunya Sriwijaya yang malah mendapat hukuman. Wasit harusnya lebih jeli dan siap memimpin pertandingan yang penting dan dalam tensi tinggi,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan gelandang jangkar Tim Laskar Wong Kito, Achmad Jufrianto. Ia berharap insiden yang menimpa Firman Utina dan Yu Hyun-koo tidak terulang lagi ke depannya. “Kalau bukan wasit, siapa lagi yang melindungi pemain saat di lapangan? Ini juga cerminan sepak bola Indonesia. Harus ada perbaikan, apalagi nanti ada kompetisi Indonesian Soccer Championship yang akan segera bergulir,” ucapnya.

Sriwijaya FC hanya akan bermain di perebutan posisi 3-4 Piala Gubernur Kaltim melawan Arema Cronus pada Minggu (13/3/2016). Hartono Ruslan berharap anak-asuhnya tidak terlalu meratapi kegagalan tim menembus final. “Kami sempat memimpin dua kali di babak trofeo. Sayang hasil akhir pertandingan tidak berpihak ke kami. Namun, inilah sepak bola,” katanya.
jelasnya.