Debut Rio Haryanto dan Drama Jelang Balapan Pembuka F1

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 12 Mar 2016, 13:30 WIB
Pebalap Indonesia, Rio Haryanto, menghadapi tantangan besar saat balapan perdana F1 musim 2016 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, 20 Maret. (Manor Racing)

Bola.com, Jakarta - Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, bakal menjalani debut di ajang F1 2016 pada pekan depan. Momen bersejarah bagi Rio dan bangsa Indonesia tersebut menjadi salah satu promosi positif bagi F1 di tengah drama dan kontroversi yang mencuat menjelang balapan pembuka di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, 20 Maret 2016.

Anggota staf promosi dan pemasaran F1 melakukan tugasnya dengan baik untuk mengangkat pamor balapan jet darat itu menjelang seri perdana musim 2016. Ada kabar catatan waktu impresif Ferrari sepanjang tes pramusim yang mendongkrak harapan Tim Kuda Jingkrak tersebut bisa menjadi penantang serius Mercedes. Dominasi Mercedes yang terlalu kuat kurang seksi untuk promosi ajang balap jet darat itu.

Advertisement

Selain itu, F1 juga diuntungkan dengan masuknya tim Haas yang memastikan partisipasi Amerika dan comeback Renault sebagai pemilik tim setelah sekitar satu dekade menghilang.

Yang teranyar, keputusan Manor menggaet dua rookie menarik, Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein. Satu pebalap masih muda dan berasal dari Jerman, sedangkan Rio adalah pebalap pertama Indonesia di ajang F1. Pasar Indonesia yang besar jadi nilai positif untuk promosi balapan F1 musim ini.

Namun, berita-berita manis tersebut direcoki sejumlah berita negatif sepanjang fase libur balapan. Seperti dilansir GP Today, Sabtu (12/3/2016), drama jelang seri pembuka dimulai oleh komentar nyeleneh Chief Executive F1, Bernie Ecclestone. Pria berusia 85 tahun tersebut tiba-tiba berkomentar bahwa F1 adalah olahraga yang sangat buruk. “Saya tak akan menghabiskan uang untuk membawa keluarga saya nonton balapan. Tak akan,” ujar Bernie. 

Banyak fans shock mendengar komentar tersebut, apalagi terlontar langsung dari bos F1. Hal ini jelas buruk untuk menarik sponsor dan broadcasters. Namun, sejumlah orang lainnya memahami bahwa komentar tersebut adalah ekspresi frustrasi Ecclestone. Pria yang sudah 60 tahun terlibat di ajang F1 tersebut menyadari harus melakukan banyak perubahan untuk memperkuat image F1.

Setelah komentar Ecclestone, muncullah kontroversi aturan format baru kualifikasi yang akan diterapkan mulai balapan pertama di Melbourne. Ironisnya, wacana perubahan ini mencuat kuat hanya beberapa pekan sebelum seri perdana dan memicu perdebatan yang semestinya bisa dihindari.

Dengan sistem baru ini, para pebalap hanya akan mendapat alokasi waktu yang singkat untuk mencatat waktu terbaik saat sesi kualifikasi, yaitu tujuh menit pada Q1, enam menit pada Q2, dan lima menit pada Q3, setelah pebalap terlamban dieliminasi setiap 90 detik. Sistem ini sempat memicu pro dan kontra meski akhirnya resmi disepakati oleh semua tim.

“Ini dua pekan yang sangat semrawut karena Anda harus menghadapi aturan baru dua pekan sebelum balapan,” ujar pebalap Ferrari, Sebastian Vettel.

Namun, seberapa besar pengaruh format baru kualifikasi ini untuk mengubah posisi di grid atau mengurangi dominasi Mercedes dalam dua musim terakhir? Tak ada jawaban pasti dan jaminan apapun.

Pebalap Ferrari, Sebastian Vettel menjadi yang tercepat dengan waktu 1 menit 22,852 detik dan melahap 142 lap pada sesi sore hari keempat tes pramusim F1 2016 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Jumat (4/3/2016). (Reuters/Albert Gea)

Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, diprediksi bakal tetap jadi favorit untuk menjadi juara dunia musim 2016. Mungkin, satu-satunya pebalap yang bisa menghentikannya hanya rekan setimnya, Nico Rosberg. Pebalap Jerman tersebut mampu memenangi tiga balapan terakhir musim 2015 setelah Hamilton resmi menyegel gelar juara dunia.

Dua drama tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Rio Haryanto. Kehadiran Rio di satu sisi berdampak besar mendongkrak pamor F1, terutama di Indonesia. Adapun di sisi lainnya, pria asal Solo tersebut harus bisa menaklukkan format kualifikasi yang baru sebelum berusaha tampil semaksimal mungkin saat balapan. Belum lagi berbagai kritikan dari sejumlah pihak yang meragukan kesiapan Rio tampil di F1.

Tak heran, dengan berbagai tantangan besar tersebut, Rio mengakui balapan di Albert Park merupakan momen yang sangat penting, terutama bagi dirinya dan Indonesia. "Melbourne akan menjadi momen yang sangat besar buat saya, negara saya, pendukung saya, dan penggemar saya," ujar Rio Haryanto, beberapa waktu lalu. 

Jika balapan perdana bisa dilalui dengan mulus, langkah putra pasangan Indah Pennywati dan Sinyo Haryanto, tersebut menyambut seri selanjutnya bakal lebih ringan.