PB ISSI Berencana Bangun Pusat Pelatihan Terpadu

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 04 Mei 2016, 20:43 WIB
Atlet pelatnas balap sepeda mendengarkan arahan dari pengurus PB ISSI di Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (PB ISSI)

Bola.com, Yogyakarta - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) berencana membangun pusat pelatihan terpadu agar atlet dari berbagai disiplin bisa berlatih di satu tempat.

Hal tersebut diungkapkan ketua umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari setelah melakukan kunjungan ke pelatnas road bike di Yogyakarta, pekan lalu, dan pelatnas mountain bike di Malang, awal pekan ini.

Advertisement

Para atlet balap sepeda ini sedang menjalani pemusatan latihan jangka panjang untuk menghadapi Asian Games 2018 di Indonesia di bawah pengawasan Satlak Prima.

Dalam kunjungan ke pelatnas road bike, Oktohari melakukan dialog dengan para atlet dan tim pelatih yang dipimpin Nurhayati. Dia mengatakan PB ISSI terus berusaha untuk memperbaiki organisasi setelah masalah internal yang menghantam PB ISSI.

“Salah satunya dengan membuka hubungan dengan federasi balap sepeda internasional, UCI. Sekarang, UCI sudah mulai membantu ISSI. Di dalam negeri, kami dibantu oleh Pak Denny (Gumulya) di Satlak Prima. Kami sudah ada di jalur yang benar. Semua ada aturannya dan kita tinggal mengikuti aturan yang ada,” kata Oktohari pada para atlet.

Meski para atlet sedang dipersiapkan untuk Asian Games, Oktohari ingin atlet balap sepeda Indonesia mempunyai ambisi yang lebih tinggi lagi.

“Target dari Satlak Prima sampai di Asian Games. Kalau saya tidak mau berhenti hanya di Asian Games. Kita harus bisa masuk Olimpiade 2020 di Jepang di nomor BMX, road, dan track. Pasti bisa! Jika (berlatih) serius, kalian pasti bisa,” katanya lagi.

Setelah melihat kondisi pelatnas road bike dan track, Oktohari berkunjung ke pelatnas mountain bike di Malang, Senin (2/5) lalu, untuk memberi motivasi para atlet yang akan berlaga pada Kejuaraan Mountain Bike Asia di Thailand, 4-8 Mei.

Pada kesempatan itu, Oktohari mengutarakan niatnya untuk membangun pusat pelatihan terpadu. Pusat pelatihan itu nantinya tidak hanya untuk pusat pelatihan atlet, tapi juga untuk pelatihan pelatih dan commisaire.

“Saya ingin PB ISSI mempunyai pusat pelatihan terpadu, seperti yang ada di India dan Korea Selatan. Saya iri dengan PBSI yang mempunyai pusat pelatihan nasional di Cipayung. Semoga tahun ini bisa terealisasi,” ucap Oktohari.

Untuk tempatnya, PB ISSI masih mempertimbangkan beberapa opsi di Jawa Tengah, seperti Muntilan, dan Malang, Jawa Timur.

“Saya ingin para atlet hanya memikirkan latihan saja. Kami, para pengurus, yang harus berpikir untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk atlet. Saya tidak ingin ada pengurus yang memikirkan perutnya sendiri. Kalau kalian lihat ada yang seperti itu, laporkan pada saya. Pasti pengurus yang seperti itu saya ganti, Tidak peduli siapapun,” imbuh Oktohari.