Gebrakan Panpel Persib Sosialisasikan Larangan di TSC ke Bobotoh

oleh Erwin Snaz diperbarui 11 Mei 2016, 20:00 WIB
Bobotoh saat mendukung Persib Bandung di stadion Si Jalak Harupat, Bandung. (24/10/2015). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Bandung - Panpel Persib Bandung akan melakukan pertemuan rutin dengan komunitas suporter Persib untuk mensosialisasikan larangan-larangan selama menonton pertandingan di Stadion sesuai aturan yang dikeluarkan Komisi Disiplin Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

Itu dikarenakan pihak Panpel Persib telah menerima surat sanksi dari Komdis ISC, terkait adanya oknum bobotoh yang menyalakan sinar laser saat Persib menjamu Sriwijaya FC pada laga perdana turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Si Jalak Harupat, 30 April.

Advertisement

Hal itu dijelaskan Koordinator Umum Panpel Persib, Budi Bram Rachman, Rabu (11/5/2016) di Bandung. Selain melakukan pertemuan rutin lanjut Bram, pihaknya pun akan memasang beragam spanduk berupa imbauan kepada bobotoh di sekitar Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

"Tapi bentuk imbauannya masih sedang kami pikirkan akan seperti apa agar benar-benar mengena kepada seluruh bobotoh yang datang ke Stadion. Kami juga berterima kasih kepada bobotoh meski dapat sanksi, secara keseluruhan bobotoh mulai tertib," kata Bram.

Dikatakan Bram, panpel pun akan meminta kepada pihak keamanan, khususnya penjaga pintu masuk agar para bobotoh yang masuk ke stadion lebih ketat pemeriksaannya, sehingga tidak ada yang membawa laser, apalagi flare pada laga kandang kedua Persib dalam ajang TSC 2016, Sabtu (14/5/2016) kontra Bali United.

Bram menambahkan, untuk laga Persib versus Bali United, jumlah tiket masuk akan ada pengurangan dari biasanya, dari 27 ribu lembar yang dicetak menjadi 25 ribu.

"Kami sengaja mengurangi jumlah cetak tiket karena pada laga perdana lalu stadion penuh tapi tiket ternyata masih tersisa. Atas dasar itu, tiket yang dicetak untuk laga Persib nanti akan kami kurangi," jelas Bram mengakhiri.