Kembali ke Mes Arema, Kamar Ahmad Nufiandani Kental Nuansa TNI

oleh Iwan Setiawan diperbarui 21 Mei 2016, 12:00 WIB
Pemain Arema Cronus, Ahmad Nufiandani kini menjadi pribadi yang lebih disiplin usai menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Mantan pemain timnas U-23, Ahmad Nufiandani kembali menjadi bagian Arema Cronus. Sejak Senin lalu (16/5/2016), ia sudah mengikuti sesi latihan bersama pemain Arema yang tidak dibawa tur ke kandang Mitra Kukar.

Kembalinya pemain yang akrab disapa Dani itu ke Malang juga membawa sesuatu yang berbeda. Pemain 21 tahun itu kini menjadi pribadi yang lebih teratur. Hal itu dilihat langsung bola.com saat berkunjung ke kamarnya di mes Arema.

Advertisement

Kondisi kamar Dani yang bersih terkesan lebih mirip mes TNI. Ada sebuah koper besar berisi pakaian dan seragam PS TNI di sekitar kamarnya. Tempat tidurnya juga terlihat licin.

Saat diwawancara dia juga beberapa kali mengawali jawabannya dengan kata 'siap'. Sebuah kebiasaan khas milik anggota TNI. "Ya sekarang kan sudah bukan orang sipil lagi. Jadi harus disiplin," katanya.

Saat baru bergabung dengan Arema di pengujung 2014 silam, Dani juga tinggal di mes. Namun, kondisi kamarnya tidak rapi seperti sekarang. "Kan lebih enak kalau kamar bersih. Kebiasan dari TNI memang terbawa dalam kehidupan sehari-hari," lanjut dia.

Baju latihan PS TNI juga masih sering digunakan Dani sedangkan handuk TNI AD juga dijemur di pagar tangga. "Saya belum sempat ambil barang-barang di rumah (Kandangan, perbatasan Kediri dengan Malang). Barang yang lain juga masih di Jakarta, markas PS AD. Jadi yang ada perlengkapan dan barang TNI saya," katanya.

Sebulan terakhir, Dani memang berlatih di Jakarta dengan tim PS AD. Sebab, dia tidak didaftarkan oleh PS TNI yang berlaga di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM 3 Ooredoo.

Bersama Arema, Dani mengaku butuh adaptasi meski ia memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk menyatu lagi dengan permainan tidak akan lama. Hal ini dikarenakan karakter pelatih asing, Milomir Seslija yang mengutamakan kedisiplinan hampir sama dengan di TNI.