Piala Thomas: Anthony Tumbang, Indonesia Tertinggal Lagi

oleh Oka Akhsan diperbarui 22 Mei 2016, 14:57 WIB
Tunggal kedua Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus bertekuk lutut di hadapan jagoan Denmark, Jan O Jorgensen, pada partai ketiga final Piala Thomas 2016 di Kunshan, China, Minggu (22/5/2016). (Bola.com/PBSI)

Bola.com, Kunshan - Indonesia kembali tertinggal dari Denmark pada laga final Piala Thomas 2016 di Kunshan, China, Minggu (22/5/2016). Anthony Sinisuka Ginting yang dipercaya turun pada laga ketiga takluk dari Jan O Jorgensen dua gim langsung 17-21, 12-21.

Advertisement

Unggul pengalaman, Jorgensen langsung mengontrol permainan. Pemain ranking 5 BWF itu tak memberikan kesempatan Anthony untuk berkembang. Interval ditutup dengan keunggulan Jorgensen 11-5.

Anthony mulai memberikan perlawanan selepas interval. Lewat kombinasi permainan net yang cantik plus jump smash keras, pemain berusia 20 tahun itu sempat mencetak enam angka beruntun dan memangkas keunggulan Jorgensen menjadi 12-16. Bahkan, Jorgensen sempat mendapat kartu kuning dari wasit.

Mendapat peringatan dari wasit, konsentrasi Jorgensen tak buyar. Dia malah bisa kembali memperlebar jarak menjadi 19-12. Anthony kembali mengejar hingga kedudukan 17-20. Namun, sebuah pengembalian shuttlecock yang melebar dari Anthony memastikan gim pertama menjadi milik Jorgensen.

Sudah mengenal permainan lawan, Anthony mencoba memberikan perlawanan lebih pada awal gim kedua. Hanya, Jan O Jorgensen tetap tenang. Bahkan, dia mulai mengeluarkan smes-smes keras yang tak terlihat pada gim pembuka.

Anthony kembali tertinggal 6-11 saat interval. Namun, dia memaksa Jorgensen bekerja lebih keras. Jika pada gim pertama Anthony hanya memberi perlawanan selama enam menit sampai interval, pada gim kedua dia memaksakan 13 menit.

Enggan dipaksa bermain tiga gim, Jorgensen kembali tancap gas selepas interval. Dia cuma memberikan kesempatan Anthony menambah enam poin sebelum menutup laga dengan kemenangan setelah berduel selama 43 menit.

Dengan demikian, Indonesia kembali tertinggal dari Denmark dengan skor 1-2. Denmark memimpin lewat Viktor Axelsen yang mengalahkan Tommy Sugiarto pada gim pembuka. Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan menaklukkan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding.

Laga keempat memainkan partai ganda. Indonesia menurunkan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi untuk menghadapi Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Secara rekor pertemuan, Angga/Ricky unggul 1-0. Indonesia harus mengambil partai ini jika tak ingin Piala Thomas 2016 jatuh ke tangan Denmark.