Zah Rahan Terancam Digusur Klub Papan Atas Liga Malaysia

oleh Aning Jati diperbarui 10 Jul 2016, 20:45 WIB
Mantan bintang SFC dan Persipura, Zah Rahan, terancam diputus kontrak klub peserta Malaysia Super League, Felda United.

Bola.com, Kuala Lumpur - Lima pemain asing yang kini menghuni klub peserta Malaysia Super League (MSL), Felda United, pantas cemas. Pasalnya, masa depan mereka tak menentu pasca manajemen mengumumkan akan melakukan pencoretan jelang putaran kedua MSL 2016.

Lima pemain asing yang dimiliki Felda saat ini adalah Thiago Fernandes, Francis Doe, Lutfulla Turaev, Gilberto Alemao, dan mantan playmaker Sriwijaya FC, Zah Rahan Krangar. Sesuai regulasi, hanya empat pemain asing yang bisa didaftarkan.

Manajemen semula mendatangkan Thiago (striker) untuk menggantikan Gilberto (gelandang) demi memperkuat serangan. Namun, manajemen klub belakangan mempertimbangkan ulang keputusan itu sehingga pemain asing yang dimiliki kini berjumlah lima orang.

Bila mengacu pada kondisi terkini, dari lima pemain asing itu, hanya Turaev yang posisinya terbilang aman karena gelandang asal Uzbekistan itu satu-satunya pemain yang memenuhi kuota pemain Asia.

Kemungkinan besar, Doe juga bakal dipertahankan mengingat penyerang asal Liberia itu saat ini berstatus top scorer sementara MSL 2016 dengan koleksi 10 gol.

Advertisement

Nah, tiga pemain asing tersisa kini berebut mengisi dua slot tersisa. Mantan playmaker Persipura, Zah Rahan, jadi satu dari tiga kandidat pemain yang masuk daftar pemecatan selain Thiago dan Gilberto. Alhasil, pelatih Felda, Irfan Bakti, pusing tujuh keliling memutuskan siapa yang akan dicoret dari timnya.

"Saya dalam posisi sulit. Tapi, saya sudah memberikan masukan ke manajemen tim dan mereka akan mengambil keputusan pada Senin besok," kata Irfan, yang pernah melatih Persipura ini seperti dikutip di The Star.

Dari data sejauh ini, Zah Rahan yang bergabung dengan Felda sejak 2014, selalu bermain pada 12 pertandingan yang sudah dijalani Felda di MSL 2016. Gelandang asal Liberia itu tampil dengan catatan 1.064 menit bermain dan mencetak empat gol. 

Belum ada sinyal apakah statistik itu bisa membuat Zah Rahan aman dari ancaman pemutusan kontrak. Hanya, seandainya didepak dari Felda, peluang pemain 32 tahun itu kembali berkiprah di Indonesia sangat terbuka.

Seperti diketahui, Zah sudah malang-melintang di pentas sepak bola Indonesia dan mencatatkan namanya sebagai salah satu pemain asing terbaik di Liga Indonesia.

Ia pernah mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia 2007-2008 dan hattrick juara Piala Indonesia musim 2007-2008, 2008-2009, serta 2009-2010 pada Sriwijaya FC. Pada 2007-2008 ia merebut gelar pemain terbaik Liga Indonesia. Pemain kelahiran 7 Maret 1984 itu juga membawa Persipura menjuarai ISL musim 2010-2011 dan 2012-2013.

Di sisi lain, hingga putaran pertama usai, Felda United jadi runner-up di klasemen sementara MSL 2016, di bawah Johor Darul Ta'zim (JDT). Felda mengemas poin 28, terpaut dua poin dari JDT.

 

Berita Terkait