Ini Alasan Lewis Hamilton Tak Mudah Buat Dijadikan Rekan Setim

oleh Erwin Fitriansyah diperbarui 27 Jul 2016, 12:30 WIB
Dua pebalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, bersaing ketat dalam perebutan gelar juara F1 2016. (BBC)

Bola.com, Jakarta - Persaingan untuk memperebutkan gelar juara dunia F1 2016 saat ini praktis hanya terjadi di tim Mercedes. Dua pebalap tim itu, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, tak menemui lawan seimbang sehingga pertarungan terjadi diantara mereka saja.

Advertisement

Dalam 11 seri yang sudah dilangsungkan, hanya pebalap Red Bull, Max Verstappen, yang sanggup mencuri kemenangan dari duet Mercedes itu di GP Catalunya. Saat itu Hamilton dan Rosberg saling bertabrakan di lap pertama sehingga gagal melanjutkan lomba.

Pekan lalu, Hamilton menang di GP Hungaria. Hasil tersebut membuat juara dunia bertahan itu berhasil melewati perolehan Rosberg di puncak klasemen sementara. Kini Hamilton mengoleksi 192 pin, sementara Rosberg 186.

"Hamilton saat ini berada di posisi yang bagus. Dia punya momentum bagus karena muncul dari belakang. Dalam olah raga ini, siapa yang bisa menyusul pemimpin klasemen akan memiliki sesuatu yang ekstra," kata Fernando Alonso, pebalap McLaren Honda, dalam wawancaranya dengan radio Cope.

Alonso yang menjadi juara dunia 2005 dan 2006, menilai situasi sulit kini sedang dihadapi Rosberg. Apalagi setelah perolehan poinnya bisa disusul Hamilton yang merupakan juara dunia tiga kali.

"Pebalap yang tersusul akan berada dalam situasi krisis. Selisih poin mereka memang sedikit. Namun Hamilton berada dalam kondisi yang lebih kuat," kata Alonso.

Pebalap asal Spanyol itu pernah menjadi rekan setim Hamilton di tim McLaren 2007. Tak heran kalau Alonso tahu betul sifat dan kebiasaan Hamilton.

"Rosberg saat ini memiliki rekan setim yang tak mudah. Hamilton sangat kuat dan cepat di trek. Ia hampir tak pernah berbuat kesalahan. Di luar trek, Hamilton juga punya karakter seperti itu. Selamat buat Rosberg dengan keadaan seperti itu," kata Alonso sambil tertawa.

Sirkus F1 akan kembali berputar di seri GP Jerman, 31 Juli. Menilik dominasi Mercedes hingga saat ini, besar kemungkinan persaingan memperebutkan tempat terdepan hanya akan diisi oleh Hamilton dan Rosberg lagi.