Olimpiade: Tersingkir, Nitya / Greysia Akui Tak Bisa Kontrol Diri

oleh Okky Herman Dilaga diperbarui 16 Agu 2016, 03:00 WIB
Ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii. (AFP/Ed Jones)

Bola.com, Rio de Janiero - Ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Mahewswari/Greysia Polii, mengaku tidak bisa mengontrol diri saat kalah dari pasangan China, Yu Yang/Tang Yuanting, pada babak perempat final bulutangkis Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Senin (15/8/2016).

Turun sebagai juara grup, Nitya/Greysia menyerah dua gim langsung, 11-21 dan 14-21. Kekalahan itu memperlebar rekor pertemuan kedua pasangan yang kini menjadi 6-2 untuk keunggulan Yu/Tang.

Advertisement

"Secara keseluruhan, kami lebih banyak diserang. Walau sempat unggul, namun lawan mengubah permainan. Kami terbawa permainan mereka," kata Nitya seusai pertandingan seperti dilansir situs resmi PBSI, Selasa (16/8/2016).

"Hal tersebut membuat kami tidak bisa mengontrol diri. Bukannya emosi, tetapi tidak bisa mengontrol diri. Jadi, kami bermain terburu-buru," lanjut Nitya.

Kepala pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, mengambahkan, Nitya/Greysia memiliki harapan tinggi sebelum pertandingan. Pasalnya, pasangan peringkat 4 dunia itu memenangi dua pertemuan terakhir kontra wakil China itu.

"Lawan sebenarnya tidak mengalami perubahan atau perkembangan daripada laga-laga sebelumnya. Setelah kami sempat unggul, mereka mempercepat permainan. Sejak itu, Nitya/Greysia tidak tenang dan membuat mereka terus diserang," ujar Eng Hian.

Kekalahan ini memupus harapan Indonesia meraih medali pada bagian putri. Sebelumnya, Lindaweni Fanetri sudah tersingkir pada fase gugur sektor tunggal putri.

Sumber: PBSI