Dianggap Berbohong, Perenang AS Dicari Pengadilan Brasil

oleh Okky Herman Dilaga diperbarui 18 Agu 2016, 10:15 WIB
Perenang Amerika Serikat, Ryan Lochte (kanan), bersama Michael Phelps (kiri). (AFP/Martin Bureau)

Bola.com, Rio de Janiero - Pengadilan Brasil memerintahkan pencarian atlet-atlet renang Amerika Serikat, Ryan Lochte, James Feigen, Gunnar Bentz, dan Jack Conger. Mereka dianggap memberikan keterangan palsu kepada pihak kepolisian.

Isu mengenai keamanan di Brasil, khususnya pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 semakin berkembang ke arah negatif setelah Lochte dan kawan-kawan diberitakan mengalami perampokan pada Sabtu (13/8/2016).

Advertisement

Lochte dan Feigen kemudian sempat diminati keterangan soal kejadian tersebut. Mereka mengaku, taksi yang ditumpanginya diberhentikan beberapa orang berseragam polisi yang kemudian menondongkan pistol dan merampok barang-barang, termasuk medali dan uang.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pengadilan Brasil menemukan beberapa kejanggalan dari cerita Lochte. Salah satu kejanggalan soal bedanya keterangan pelapor saat kembali ke perkampungan atlet dengan bukti kamera pengawas (CCTV).

Bahkan, Lochte bersama rekan-rekannya terlihat tidak trauma atas kejadian yang telah dialaminya. Dalam kamera pengawas, mereka kembali ke tempat menginap justru dalam kondisi gembira.

Pihak berwenang kemudian hendak meminta keterangan lebih lanjut dari Lochte hingga mempertimbangkan untuk menahan paspor sang atlet. Namun, upaya tersebut gagal karena rombongan atlet renang AS telah pulang setelah ajang tersebut selesai dipertandingkan.

"Tim renang AS sudah pergi dari perkampungan atlet. Kami tidak bisa memberitahu keberadaan mereka saat ini," kata juru bicara Komite Olimpiade AS, Patrick Sandusky.

Bila benar memberikan keterangan palsu, maka hal itu bisa mencoreng nama besar Lochte. Perenang yang juga merupakan pesaing Michael Phelps itu telah meraih 12 medali yang enam di antaranya medali emas sepanjang ikut serta pada Olimpiade Athena 2004 hingga Rio 2016.

Sumber: CNN, BBC