Cerita Ayah Tontowi, Nobar di Balai Desa dan Pesan buat Juara

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 23 Agu 2016, 21:45 WIB
Tontowi Ahmad diapit kedua orang tuanya, Mohammad Husni Muzaitun dan Musraroh, saat tiba di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/8/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Tangerang - Mohammad Husni Muzaitun, ayahanda Tontowi Ahmad, berbahagia atas prestasi yang diraih sang putra pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Tontowi Ahmad yang berpasangan dengan Liliyana Natsir, meraih satu-satunya medali emas untuk kontingen Indonesia, setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dua gim langsung, 21-14 dan 21-12 pada 17 Agustus 2016.

Advertisement

Husni mengatakan, pada saat laga final, masyarakat desa Selandaka, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, menggelar acara nonton bersama di balai desa. Meski pertandingan berlangsung hingga pukul 23.30, masyakarat Selandaka sangat antusias.

“Begitu lolos ke final, tetangga langsung antusias dan menggelar nonton bersama. Saya dan istri menonton di rumah karena ada tamu wartawan, mereka yang mengabadikan kami sujud syukur,” ucap Husni di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (23/8/2016).

Husni mengaku tak pernah putus kontak selama sang anak menjalani pertandingan di Brasil. Setiap saat ketika latihan, makan, maupun menuju arena, Tontowi selalu meminta doa restu.

Husni juga mengungkapkan sang anak selalu membaca ayat kursi sebelum bertanding, dalam perjalanan, dan saat latihan. “Doa tidak pernah putus selama Owi di Brasil. Karena saya sempat cemas di semifinal saat Owi dan Lili menghadapi China. Owi cerita, melawan Zhang Nan/Zhao Yunlei selalu sulit,” imbuhnya.

Setelah meraih juara, keluarga berpesan kepada Owi untuk tetap bersahaja. Sambutan yang meriah jangan sampai membuat Owi dan Lili terlena.

“Saya ingin Owi tetap sederhana dan terus bekerja keras. Medali Olimpiade memang prestasi puncak, tapi jangan sampai prestasi ini membuatnya terlena,” lanjut Husni.

Husni juga berpesan Owi tidak menjadi sosok yang berbeda setelah meraih bonus melimpah. Bagi Husni, uang Rp 5 miliar akan menjadi tidak berkah bila Owi tak konsisten setelah Olimpiade.

“Dari sejak dia kecil, saya selalu menekankan kepada Owi untuk tidak memikirkan uang atau bonus. Kalau saat Owi kecil saya memang sering memancing prestasinya dengan uang jajan. Yang penting berprestasi dulu dan membawa harum nama negara,” tegasnya.

Saat Tontowi Ahmad meretas karier jadi pebulutangkis, Husni memang selalu memberikan motivasi, salah satunya memberi uang jajan lebih. “Ya, tidak seberapa. Namanya juga anak-anak. Tapi yang penting sebagai orangtua saya bangga sekali selalu berada dan mendampingi Owi hingga berprestasi,” kata Husni.