Ini Wejangan Berharga Christian Hadinata ke Tontowi / Liliyana

oleh Erwin Fitriansyah diperbarui 01 Sep 2016, 18:45 WIB
Peraih medali emas bulutangkis Olimpiade Rio 2016, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad (kanan), saat hadir dalam acara Liputan 6 SCTV di Studio SCTV, SCTV Tower, Jakarta, Kamis (25/8/2016). (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Jakarta - Sebelum tampil di Olimpiade Rio 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapat wejangan dari legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata.

Advertisement

Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sempat diragukan bisa sukses di Olimpiade Rio 2016. Penyebabnya, penampilan mereka cenderung menurun sebelum turun ke ajang bergengsi empat tahunan itu.

Tontowi dan Liliyana menuai hasil kurang memuaskan di sejumlah turnamen pada 2016. Kekompakan mereka pun sempat dipertanyakan karena di beberapa momen keduanya terlihat hilang fokus saat tertekan.

Beberapa minggu sebelum berangkat ke Rio, PBSI melakukan karantina dan TC di Kudus, Jateng. Saat itu, Tontowi/Liliyana mendapat wejangan dari Christian Hadinata. Legenda bulutangkis Indonesia itu adalah pemain spesialis ganda.

"Sebetulnya saya menyampaikan hal yang sederhana saja, lakukanlah hal yang sederhana, tapi pengaruhnya sangat dahsyat di lapangan," kata Christian dalam rilis PBSI.

Saat masih bermain di era 70-an, Christian meraih dua gelar All England di nomor ganda putra saat berpartner dengan Ade Chandra. Pada nomor ganda campuran, Christian juga meraih satu gelar All England kala berpasangan dengan Imelda Wigoena.

Saat menjadi pelatih, Christian membawa ganda putra Ricky Subagdja/Rexy Mainaky menjadi juara Olimpiade Atlanta 1996. Eks Kasubid Pelatnas PBSI itu melihat Tontowi dan Liliyana tak langsung bereaksi saat diberi wejangan.

"Saya bilang, sebagai pasangan, kalian itu adalah belahan jiwa, kalian menggantungkan nasib masing-masing di pasangan kalian. Hargailah apapun yang dilakukan pasangan di lapangan. Kalau Owi buat salah, Butet harus bisa memaafkan dan sebaliknya. Kalau Butet cetak poin, Owi harus mengapresiasi dengan memberikan pujian," tutur eks Kasubid Pelatnas PBSI itu.

Hasilnya kemudian bisa dilihat. Tontowi/Liliyana tampil sangat solid di Rio. Mereka melaju ke final hingga meraih emas tanpa kehilangan satu gim. Lawan juga tak pernah bisa melewati angka 17 saat dikalahkan.

"Memang di dunia ini tidak ada yang sempurna, namun penampilan Owi/Butet selama di Olimpiade Rio itu sudah mendekati sempurna," ucap Christian.