Tak Lagi Diperhatikan Ayah, Gumelar Mengadu Nasib di PB Djarum

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 03 Sep 2016, 08:15 WIB
Pebulutangkis muda, Gumilar, menjajal peruntungan di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016. (Bola.com/Wirawan Kusuma)

Bola.com, Kudus - Gumelar, pebulutangkis asal Bandung, menjadi salah satu peserta yang menembus final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016. Dia juga mampu melewati hari pertama dengan manis.

Advertisement

Pemain yang turun di kategori U-13 itu memenangi dua pertandingan awal di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jumat (2/9/2016).

Namun, Gumelar nyaris gagal berjuang di tahap final karena masalah biaya. Deni Gunawan, kakak kandung Gumelar, mengaku sempat ragu untuk berangkat ke Kudus karena tidak memiliki dana.

"Beruntung ada orang lain yang mendorong. Satu hari sebelum berangkat keluarga juga patungan agar Gumelar bisa ikut. Tetangga juga ikut membantu," kata Deni kepada Bola.com.

Deni mengaku keluarganya memang dari kalangan ekonomi bawah. Pria berusia 35 tahun itu juga mengatakan sebenarnya Gumelar kini tak lagi diperhatikan lagi oleh sang ayah setelah menikah untuk kedua kalinya. Sementara sang ibu telah meninggal saat Gumelar berusia 1,5 tahun.

"Ibu sudah meninggal, bapak juga tidak memperhatikan lagi. Dia banyak masalah, makanya fokus ke bulutangkis," ungkap Deni.

Ketika ditanya motivasi mengikutkan Gumelar ke Audisi Djarum, Deni mengaku lagi-lagi menyebut faktor dana. "Kalau dia ingin ikut turnamen terbentur dana. Kalau masuk Djarum kan dia bisa terbantu," tuturnya.

Sementara Gumelar mengaku ingin masuk PB Djarum agar bisa menjadi atlet hebat seperti idolanya Lee Chong Wei. "Saya ingin jadi atlet hebat, ingin jadi juara dunia," ungkap pemuda kelahiran 4 Juni 2005 yang sedikit pendiam tersebut.

Namun, langkah Gumelar menuju tahap karantina dihantui masalah. Tim pencari bakat meragukan usia Gumelar yang baru 11 tahun. Salah satu tim pencari bakat, Antonius Budi Arianto, menyebut permainan Gumelar terlalu luar biasa untuk pemain yang berusia 11 tahun.

"Dia mainnya bagus, tapi saya pribadi tidak percaya dia umurnya 11 tahun. Datanya ada, namun masih ada ketakutan dari para pelatih apakah mau memberikan kesempatan atau tidak," kata Antonius.

"Jangan lihat posturnya, lihat cara mainnya dia. Saya melihat lebih dalam lagi. Umur 11 tahun tidak mungkin mainnya seperti itu," tambah pria yang juga pelatih PB Djarum itu.