Pahitnya Timnas Indonesia 5 Kali Jadi Runner-Up Piala AFF

oleh Aning Jati diperbarui 17 Des 2016, 21:29 WIB
Indonesia kembali gagal jadi juara dan harus puas jadi runner-up di Piala AFF. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Ekspresi kesedihan langsung terlihat dari wajah-wajah pemain Timnas Indonesia sesaat setelah wasit Abdulla Hassan dari Uni Emirat Arab meniup peluit panjang tanda pertandingan leg kedua final Piala AFF berakhir.

Timnas Indonesia kalah 0-2 dari Timnas Thailand dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016). Dua gol kemenangan The War Elephants diborong Siroch Chatthong pada menit ke-37 dan 47.

Hasil itu mengubur mimpi Indonesia meraih gelar juara di Piala AFF untuk pertama kalinya. Padahal, sebelum bertolak ke Thailand hingga jelang laga final leg kedua, asa merebut juara membumbung tinggi mengingat Boaz Solossa dkk. terbang dengan membawa kemenangan 1-0 di leg pertama. 

Imbasnya, setelah berhasil mengalahkan Thailand 2-1 di leg pertama final, perhatian masyarakat di negeri ini seakan tertuju pada kiprah Timnas Indonesia.

Presiden Joko Widodo menjanjikan bonus Rp 12 miliar bila mampu jadi juara. Garuda Indonesia bakal memberikan tiket gratis selama satu tahun pada para pemain, tim pelatih, juga ofisial seandainya pulang dari Thailand dengan status juara. Hal itu sebagai salah satu contoh dukungan yang diberikan kepada Tim Garuda demi torehan prestasi di Asia Tenggara.

Di leg kedua final ini sebenarnya Timnas Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci gelar juara kali pertama. Namun, perjuangan yang sudah dilakukan para pemain di leg kedua belum membawa kemenangan sekaligus gelar yang diidam-idamkan.

Namun, hasil di lapangan berkata lain. Indonesia harus menelan hasil pahit. Pencinta sepak bola negeri ini pun bak larut dalam mimpi berkepanjangan akan hadirnya prestasi juara.

Advertisement

Kekalahan dengan agregat gol 2-3 dari Thailand di final Piala AFF 2016 membawa Indonesia jadi runner-up Piala AFF untuk kelima kalinya sepanjang keikutsertaan di turnamen paling akbar di Asia Tenggara ini.

Sebaliknya, buat Thailand, kemenangan ini membuat The War Elephants merebut gelar kelima sejak Piala AFF digulirkan pada 1996 dan secara khusus mempertahanankan gelar juara yang diraih pada Piala AFF edisi terakhir, 2014.

Timnas Indonesia jadi runner-up kelima kalinya, jumlah terbanyak yang pernah diraih oleh peserta Piala AFF sebanyak ini. Begitu pula Thailand, yang jadi pengoleksi gelar juara terbanyak.

Sejarah mencatat, Indonesia gagal jadi juara Piala AFF setelah kalah di final, yakni pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, dan sekarang ini, 2016. Sementara Thailand jadi juara pada Piala AFF edisi 1996, 2000, 2002, 2014, dan 2016.

Kekalahan di Piala AFF 2016 ini tentu mengecewakan. Lagi-lagi, pencinta Tim Merah-Putih harus rela timnas kesayangan jadi runner-up, untuk kelima kalinya. Masyarakat Indonesia asa melihat timnas senior merebut prestasi sejak meraih medali emas SEA Games 1991.

Hanya, sejatinya, kiprah Timnas Indonesia hingga ke final pada Piala AFF sudah di luar dugaan dan cukup membanggakan. Pasalnya, sejak awal turnamen, timnas asuhan pelatih Alfred Riedl ini tidak diunggulkan lantaran berbagai kendala yang dihadapi selama masa persiapan.