Abduh Lestaluhu Bicara soal Kartu Merah di Final Piala AFF

oleh Ario Yosia diperbarui 17 Des 2016, 23:34 WIB
Abduh Lestaluhu mendapat kartu merah karena dianggap memprovokasi, tapi netizen Indonesia membelanya. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Bangkok - Bek Timnas Indonesia Abduh Lestaluhu melakukan aksi kontroversial dalam duel leg kedua final Piala AFF 2016 kontra Thailand, Sabtu (17/12/2016) di Stadion Rajamangala, Bangkok. Indonesia kalah 0-2 dan mengubur impian menjadi juara setelah pada leg pertama menang 2-1.

Laporan Ario Yosia dan Vitalis Yogi Trisna

Abduh Lestaluhu menjadi perbincangan kalangan netizen Indonesia di media sosial akibat aksinya pada injury time. Abduh emosi karena ofisial Thailand mencoba mengulur waktu dengan menahan bola yang keluar lapangan, saat Indonesia akan melakukan lemparan kedalam.

Advertisement

Abduh sudah meminta bola kepada ofisial tersebut, tapi malah bola masih ditahan. Dia pun tak sabar, saat bola diberikan, bola ditendang ke arah bench pemain Thailand.

Aksi tersebut langsung direspons wasit Abdullah Hasan. Wasit lalu memberi kartu merah. Usai pertandingan, Abduh mengakui kekesalannya.

"Saya kesal karena Thailand sengaja mengulur-ulur waktu. Saya hanya minta bola, namun mereka ofisial dan pemain mereka seperti menghalang-halangi. Saya teriak ke wasit kalau mereka tidak fair play. Kesal tak ditanggapi saya tendang saja bola ke arah bench Tapi memang saya akui salah, semestinya tidak bertindak emosional," kata Abduh.

Pelatih Alfred Riedl juga memberinya pembelaan karena tidak sepantasnya ofisial tim mencoba memengaruhi pertandingan di lapangan.

"Saya memahami Abduh, karena salah satu ofisial pelatih Thailand tidak memberikan bola, saat ia meminta bola saat kami sedang berusaha mengejar skor. Kartu merah bisa dipahami karena tim Thailand yang memicu situasi ini," kata Alfred Riedl.

Aksi Abduh Lestaluhu justru mendapat dukungan dari fans Timnas Indonesia di media sosial. Mereka menganggap tendangan Abduh mewakili kekesalan suporter.