2 Alasan Anggaran Belanja Arema di Musim 2017 Merosot Tajam

oleh Iwan Setiawan diperbarui 14 Jan 2017, 20:01 WIB
Adam Alis, satu-satunya pemain baru yang didatangkan Arema FC menyongsong musim 2017 ini. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Malang - Menjelang musim 2017, Arema FC tergolong kurang agresif dalam bursa transfer. Saat ini baru Adam Alis saja yang berhasil didatangkan dari Barito Putera. Selain itu, belum ada lagi pemain baru yang sudah diikat kontrak oleh manajemen Singo Edan.

Berbeda dengan tiga tahun terakhir, sejumlah nama bintang langsung didatangkan di pekan-pekan awal bursa transfer.

Seperti di awal musim 2016, pemain sekelas Raphael Maitimo direkrut. Tahun-tahun sebelumnya lebih glamour lagi. Karena ada Greg Nwokolo, Kayamba Gumbs, Fabiano Beltrame Victor Igbonefo dan masih banyak lagi yang lainnya.

Advertisement

Benarkah anggapan bahwa anggaran transfer Arema tahun ini menyusut? General Manager Arema, Ruddy Widodo, mengakui kalau ada penurunan biaya untuk perekrutan pemain.

Ada dua hal yang menyebabkan hal itu terjadi. "Pertama, tim pelatih mempertahankan mayoritas pemain lama. Kedua, kuota pemain asing berkurang. Sehingga anggaran perekrutan pemain Arema untuk tahun ini menurun," kata pria berkacamata tersebut pada Sabtu (14/1/2017).

Artinya manajemen Singo Edan tidak sedang melakulan penghematan. Tapi karena kebijakan kompetisi membuat pengeluaran Arema untuk belanja pemain berkurang. Ditambah lagi setiap tim harus mengontrak lima pemain U-23. 

"Sebenarnya kalau tidak ada batasan pemain asing dan U-23, kami normal saja di bursa transfer. Tentang Irfan Bachdim kami juga sudah ajukan tawaran transfer sama dengan Bali United. Tapi sang pemain memilih ke sana," tegas Ruddy.

Sejak mengikat pelatih Aji Santoso, Arema berencana untuk mendatangkan pemain bintang. Sebab, nilai kontrak dari Milomir Seslija ke Aji tentu mengalami penghematan cukup signifikan.

Kabarnya biaya itu digunakan untuk merekrut para pemain asing berkualitas. Sehingga mereka akan didatangkan tanpa proses seleksi. Namun kontraknya disinyalir lebih tinggi. Hanya saja saat ini para pemain asing buruan sudah lepas. Bukan persoalan nilai transfer.

Namun lebih pada faktor nonteknis. Seperti bek Argentina, Mauricio Mazzetti. Pemain 30 tahun ini urung ke Indonesia ternyata bukan hanya persoalan tiket penerbangan dari manajemen Arema tak kunjung  datang. Melainkan istrinya sedang hamil tua dan Mazzetti memilih klub  yang berdekatan dengan Argentina.