Masalah Komunikasi Buat Lini Belakang Bali United Lemah

oleh Muhammad Qomarudin diperbarui 09 Feb 2017, 15:45 WIB
Bek Bali United, Abdul Rahman, mengungkapkan lini belakang timnya di Piala Presiden 2017 rapuh karena masalah komunikasi antarlini. (Bola.com/Muhammad Qomarudin)

Bola.com, Gianyar - Lini pertahanan Bali United mendapat sorotan seusai gagal mempertahankan keunggulan atas Sriwijaya FC pada laga perdana Grup 4 Piala Presiden 2017 (7/2/2017). Pelatih Bali United, Hans Peter Schaller, menyebut bila lini pertahanan menjadi titik paling lemah pada pertandingan tersebut.

Pada pertandingan kontra Sriwijaya FC itu, Bali United kebobolan di saat permainan tinggal menyisakan empat menit di waktu normal. Bali United pun harus rela berbagi skor 2-2.

"Untuk pertandingan selanjutnya, lini pertahanan kami harus tampil lebih solid. Saya tak ingin kejadian serupa terjadi lagi pada pertandingan berikut-berikutnya," ujar Hans Peter Schaller.

Advertisement

Terkait masalah tersebut, palang pintu jangkung milik Bali United, Abdul Rahman Sulaiman, mengakui juga turut kecewa. Meski berhasil menyumbangkan satu gol untuk Bali United, Abdul Rahman tetap merasa belum puas karena gagal mengamankan kemenangan hingga pertandingan tuntas.

"Setelah wasit meniup peluit, perasaan saya campur aduk. Ada rasa bangga karena bisa mencetak gol. Tapi, saya juga kecewa karena kami gagal mengamankan kemenangan," kata Abdul Rahman.

Bek yang sempat berkiprah di Timor Leste itu mengaku sudah mengetahui faktor penting yang menyebabkan lemahnya lini pertahanan timnya. Dia menganggap komunikasi antarlini yang belum berjalan mulus, membuat barisan pertahanan timnya agak sedikit rapuh.

"Pola komunikasi kami di lapangan tampaknya memang harus diperbaiki. Bukan hanya di lini belakang, tapi komunikasi antarlini di Bali United juga harus terjalin bagus agar secara tim kami tampil lebih solid," ucap Abdul Rahman.