Kunihiro Yamashita Tak Alami Masalah Komunikasi di Borneo FC

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 10 Mar 2017, 11:00 WIB
Bek Pusamania Borneo FC asal Jepang, Kunihiro Yamashita, mengaku tak ada masalah berkomunikasi dengan rekan-rekan setimnya saat bertanding. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Bogor - Bek asal Jepang, Kunihiro Yamashita, mengungkapkan tak menemui kendala dalam hal komunikasi dengan pemain Pusamania Borneo FC di lapangan walau dirinya tak bisa bahasa Indonesia dan mengaku kurang baik dalam berbahasa Inggris.

Yamashita berperan penting dalam keberhasilan Pusamania Borneo FC hingga melangkah ke final Piala Presiden 2017. Pemain asal Jepang itu berduet dengan pemain asal Liberia, Dirkir Khon Glay sejak babak penyisihan grup. Keduanya berkontribusi besar atas sukses Tim Pesut Etam melangkah ke partai puncak Piala Presiden 2017.

Advertisement

Saat ditemui oleh Bola.com di penginapan pemain Borneo FC, Yamashita sempat mengaku tidak lancar berbahasa Inggris dan belum belajar bahasa Indonesia di awal pembicaraan. Kendati memiliki aksen bahasa Inggris yang cukup baik, pemain yang pernah menghadapi Semen Padang saat berseragam Tampines Rovers di Singapura itu memang terkadang harus menggunakan aplikasi di ponselnya untuk mengetahui arti kata dalam bahasa Jepang.

Meski mendapatkan bantuan dari Ricky Nelson yang menjadi pelatih Borneo FC di Piala Presiden 2017 untuk bisa berkomunikasi dengan pemain lainnya, tapi Yamashita menegaskan dirinya tidak memiliki masalah berkomunikasi dengan pemain di lapangan.

"Saya sering berteriak dan bermain keras dalam pertandingan. Saat bertanding memang akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan pemain lain. Hanya tinggal meneriakkan kiri atau kanan, ambil atau kejar," ungkap Yamashita kepada Bola.com.

"Buat saya komunikasi di lapangan bukan masalah. Saya bisa sedikit bicara dengan bahasa Inggris dengan pemain, namun kadang pelatih harus menerjemahkannya untuk saya dan pemain lain," ia melanjutkan.

Bicara soal kebiasaan berteriak dan bermain keras di lapangan, Yamashita, mengakui memang itu adalah karakter permainannya, seperti kebanyakan pemain asal Jepang yang bermain di Indonesia. Namun, ia mengaku memiliki sifat yang berbeda di kehidupan sehari-harinya.

"Saya ini orang yang tenang. Namun, harus saya akui saat bertanding saya akan menjadi orang yang berbeda. Saya akan senang berteriak untuk memberikan instruksi dari belakang dan bermain keras untuk mengawal lini pertahanan tim ini," tegas bek yang mengincar gelar juara pertamanya bersama Pusamania Borneo FC di Piala Presiden 2017 ini.