Persela Mengasah Ketajaman dan Memperbaiki Pertahanan

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 30 Mei 2017, 07:15 WIB
Seusai kalah dari PS TNI, Persela terus mengasah ketajaman dan memperbaiki pertahanan tim. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Lamongan - Sebanyak delapan peluang emas diperoleh Ivan Carlos saat Persela Lamongan tumbang 2-3 di tangan PS TNI (27/5/2017). Hal ini mengisyaratkan ada masalah serius di lini depan Persela. Di saat bersamaan, mereka juga kebobolan tiga gol. Itulah mengapa, pelatih kepala Persela, Herry Kiswanto, merasa perlu melakukan perbaikan pada penyelesaian akhir anak buahnya.

Kedua hal itu menjadi fokus latihan Persela selama persiapan menghadapi Sriwijaya FC, Kamis (1/6/2017). Sebab, persoalan tersebut bisa menghambat laju Persela untuk terus menyodok ke papan atas klasemen Liga 1 2017 seperti yang diharapkan.

"Sesuai dengan hasil evaluasi seusai kalah dari PS TNI, kami harus mengasah lini depan. Ketika barisan depan tumpul, ini akan memengaruhi rasa percaya diri pemain di sektor lain," ujar Ragil Sudirman, asisten pelatih Persela.

Advertisement

Apa yang diungkapkan Ragil memang tidak berlebihan. Pasalnya, gara-gara gagal mengeksekusi peluang emas yang didapat, Persela terkena serangan balik cepat yang berujung pada kebobolan.

Namun menurut tim pelatih Persela, hasil minor ini tidak semata-mata karena kesalahan lini depan, mereka menilai lini belakang juga punya peran. Sebab, jika mereka tetap disiplin posisi serta sigap mengantisipasi serangan balik yang dilakukan lawan, gawang mereka diyakini tetap aman.

Untuk itu, selama latihan guna menghadapi Sriwijaya FC di laga lanjutan Liga 1, Persela akan terus mengasah lini depan. Tidak hanya penyelesaian akhir, tetapi juga berlatih serangan dengan berbagai skema yang mereka siapkan.

Lini belakang juga sama. Namun, sang pelatih lebih banyak memberikan simulasi tentang bagaimana menangkal serangan balik cepat yang diterapkan lawan. "Bagaimana melawan tim-tim yang punya pemain berkecepatan rata-rata," tutur Ragil.